Dolar AS yang tengah menguat terbatas di sesi perdagangan Jumat 11/Agustus sore hari ini, beresiko tertekannya Rupiah. Kurs Rupiah pada Dolar AS melemah, dengan di buka pada harga Rp12,279 per dolar AS. Walau sebenarnya tempo hari, nilai ganti Rupiah termasuk stagnan di angka 13,333 per Dolar AS di pasar spot.
Menurut indeks USD/IDR yang di keluarkan oleh Bloomberg, sore hari ini waktu berita ditulis, Dolar terus bergerak menguat ke angka 13,358. Berarti, Rupiah mesti mengalah.
Pemicunya yaitu meningkatnya kemelut politik pada Korea Utara serta AS. Perubahan paling baru hari ini, Korut telah menyebutkan kalau mereka tengah membuat gagasan peluncuran misil menuju teritori AS di Laut Pasifik, yaitu di lokasi Guam, pada pertengahan Agustus. Atau mungkin dengan kata beda, Korut siap meledakkan misil di Guam minggu depan.
Tidak tinggal diam, AS juga balik meneror. Menurut Presiden Trump, Korut semestinya tidak bermain dengan ancaman seperti yang dikerjakannya sekarang ini. AS juga akan menindak serius tiap-tiap serangan yang diperuntukkan kepadanya atau pada sekutunya.
Menurut analis dari VP of Market Research di broker FXTM, Jameel Ahmad, yang diambil dari Liputan6.com, berita paling utama global saat ini didominasi oleh ” statement war ” dengan kata lain perang pernyataan pada Washington serta Pyongyang. Efeknya, pasar forex juga terbawa ke arah negatif. Rupiah, yang disebut mata uang risk appetite, ikut jadi yang tertekan. Yang laku saat ini yaitu aset safe haven seperti Yen Jepang, emas, serta Franc Swiss.
Rupiah dapat bertahan dari pelemahan yang kronis dikarenakan data ekonomi dalam negeri yang cukup solid. Menurut data yang dikumpulkan oleh Kontan, cadangan devisa Indonesia naik dari US$ 123.09 miliar jadi US$ 127.76 miliar diakhir Juli. Diluar itu, perkembangan ekonomi Indonesia di kuartal II-2017 terdaftar menjangkau 5.01%.
Di bagian beda, malam kelak, AS juga akan merilis data ekonomi yang cukup penting, yaitu data inflasi customer. Data itu juga akan dipakai oleh The Fed untuk memastikan kelanjutkan kenaikan untuk suku bunga AS tahun ini. Dikarenakan perubahan suku bunga AS umumnya beresiko pada arus modal internasional, jadi data ini juga akan memengaruhi nilai ganti Dolar AS pada mata uang-mata uang lain, termasuk juga Rupiah.






