Arab Saudi dilaporkan sudah menambah harga penjualan resmi (Official Selling Prices/OSP) untuk minyak mentah dari semuanya grade yang bakal di kirim ke kawasan Asia dalam bulan Juli. Tetapi, menyusul berita ini, harga minyak mentah berjangka Brent serta WTI pada perdagangan Senin pagi 5/6/2017 cuma naik terbatas, masing-masing ke $50.05 per barel.
Harga Minyak Saudi Lebih Tinggi Dari Ekspektasi
Menurut keterangan Reuters, kenaikan harga minyak mentah untuk pengiriman dlaam Juli dari Saudi Aramco ke Asia meraih 60 sen per barel untuk grade Arab Light, di banding harga bulan Juni. Ini lebih tinggi di banding ekspektasi perusahaan-perusahaan pengilangan serta pedagang di Asia, yang cuma memprediksi kenaikan pada 20-50 sen per barel.
Aramco juga tingkatkan OSP Arab Light ke Eropa Barat Laut sejumlah 35 sen per barel, sedang harga jual untuk ekspor ke Amerika Serikat dinaikkan sampai 50 sen per barel.
Beberapa langkah ini sesungguhnya sesuai dengan perpanjangan perjanjian pemangkasan output minyak mentah sampai Maret 2018 yang di setujui oleh negara-negara OPEC serta produsen minyak yang lain akhir bulan lalu. Ke depan, OSP minyak mentah Saudi ini diprediksikan bakal jadi patokan trend untuk harga ekspor Irak, Kuwait, serta Iran, hingga bisa berimbas pada kenaikan harga atas 12 juta barel /hari (bph) minyak mentah yang di kirim ke Asia.
Di segi lain, negara-negara yang tidak ikut serta dalam perjanjian itu masih tetap terus menggenjot output, termasuk juga Libya serta Amerika Serikat. Pada penghujung hari Jumat, Baker Hughes memberikan laporan kalau jumlah sumur pengeboran minyak (oil drilling rigs) di AS sudah bertambah untuk pekan ke-20 berturut-turut ke angka keseluruhan 733, paling tinggi mulai sejak April 2015.
Diluar itu, ketentuan kontroversial Presiden Donald Trump untuk menarik AS dari Pakta Iklim Paris 2015 ikut tingkatkan kerisauan bila produksi minyak negeri Paman Sam akan melonjak cepat tidak ada niat dari pemerintahnya untuk membatasi pemakaian energi fosil.
Laju penambahan produksi dari negara-negara itu meneror kekuatan perjanjian pemangkasan output dalam mendorong kenaikan harga minyak global, hingga banyak yang meminta supaya OPEC kembali mengetatkan kuota. Tetapi, Menteri Daya Saudi, Khalid Al-Falih, menyampaikan bahwa meski pemangkasan dapat diperbesar, namun penilaian atas kondisi pasar baru bakal dikerjakan pada bulan Juli.






