
GBP/USD kemarin (02 Nov) harga dibuka pada level 1.3243 dan ditutup dengan harga 1.3058, turun hampir 200 pips dalam 1 hari saja atau lebih tepatnya dalam waktu yang singkat saat data Inflasi Inggris dirilis. Data kemarin malam menunjukkan hal negatif, sehingga sentiment harga langsung menjadi bearish, meskipun secara teknikal harga memang bergerak dari area supply 1.3282 s/d 1.3335.
Pair GBP/USD ini selama hampir sebulan hanya diperdagangkan pada range yang kecil antara level high 1.3335 sampai dengan level low 1.3032. sepertinya setelah data inflasi memburuk, diiringi nengan fundamental lain seperti pengumuman pencalonan Powell sebagai pengganti Gubernur The Fed pada bulan Februari mendatang akan membuat trend baru terbentuk. Jadi bulan November ini kemungkinan besar adalah bulan trending bagi beberapa pair utama.
Ada 2 kemungkinan yang akan terjadi hari ini atau pekan depan yaitu :
- Harga rebound / naik kembali dari area 1.3113 s/d 1.3037 kemudian menuju level supply 1.3282 s/d 1.3335.
- Harga breakout level demand 1.3113 s/d 1.3037 menuju level demand daily major selanjutnya yaitu 1.2902 s/d 1.2774.
Dari kedua skenario diatas, tidak bijak jika kita mendukung breakout, karean Risk Reward Ratio (RRR) yang ditawarkan sangat kecil. Jadi kita akan tetap menganalisa kemungkinan harga kembali naik mala mini.
Mari kita lihat Chart H1 untuk melihat pergerakan harga selanjutnya.

Dari gambar diatas bisa kita lihat bahwa harga sekarang sedang bermain-main membentuk area konsolidasi pada level demand daily 1.3113 s/d 1.3032, hal yang harus kita lakukan malam ini adalah tetap “wait and see” dengan sabar, sampai saat harga breakout keatas dari area konsolidasi 1.3037 s/d 1.3113.
Setelah harga breakout keatas, secara otomatis area konsolidasi tersebut akan menjadi area demand baru di timeframe hourly. Sehingga, jika terjadi retrace / koreksi harga, bisa kita bisa gunakan untuk area entri buy dengan stop loss diabwah level 1.3032. untuk take profit bisa kita set pada supply timeframe daily. Kemungkinan harga untuk naik saat ini masih sangat besar, karena efek Dovish USD dari pencalonan Powell masih akan berlanjut sampai beberapa hari.







