
GBP/USD kemarin (25/01) juga ikut mengalami penurunan tajam, dari level pembukaan 1.4239, ditutup pada level 1.4133. meskipun harga sudah breakout sedikit pada level 1.4333, namun kemudian penolakan tajam terjadi dari level ini.
Secara teknikal dapat kita lihat dengan jelas bahwa EUR/USD saat ini sedang berada di level supply 1.4104 s/d 1.4333. Kemudian secara fundamental USD memang mengalami penguatan sebagai respon dari pernyaan Hawkish Donald Trump yang ingin melihat penguatan dolar sekali lagi.
Dengan jelas dapat kita pastikan bahwa GBP/USD sedang membangun kekuatan untuk berubah menjadi trend turun. Apalagi, kenaikan terakhir yang menghasilkan lebih dari 200 pips jelas langsung masuk pada level supply, sehingga banyak trader yang akan tetap membeli di harga tersebut, sedangkan Big Boys bersiap menjual pada level itu.
Jika penurunan kemudian berlanjut, Reward atau area profit yang dapat diperoleh lumayan besar, hingga sampai pada level demadn 1.3340 atau lebih jauh lagi sampai pada level 1.3080. Namun, tetap saja jika kemudian para pelaku pasar lebih memilih untuk menjual USD nya, maka kemungkinan GBP/USD yang semakin naik menjadi lebih besar.
Karena sudah muncul 1 candle bear yang sangat antusias, pihak yang akan kita bela adalah Bear, diamana kekuatan buyer tetap kita perhatikan secara seksama. Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat Chart H1, apakah sudah ada kesempatan sell yang terlihat.

Dari gambar diatas, GBP/USD sudah jelas membuat sebuah area supply baru yang sangat kuat. Breakout yang terjadi dari area konsolidasi pun lebih kuat daripada biasanya. Secara otomatis, harga akan mencoba untuk retest sebelum kembali mengalami penurunan lebih lanjut.
Jika area supply 1.4231 s/d 1.4342 dapat memantulkan harga, kita dapat entri sell dengan stop loss diatas level 1.4342, dan take profit minimal pada level demand 1.3565. Namun, jika harga terus mengalami kenaikan dan bahkan breakout level supply tanpa menunjukkan ciri-ciri penurunan, terpaksa kita harus wait and see terlebih dahulu.







