
Pergerakan GBP/USD kemarin (22/01) kembali mengalami kenaikan yang sangat tajam. Dibuka pada level 1.3892 dan ditutup pada level 1.3987, mengalami kenaikan hingga 95 pips. Kenaikan tersebut juga hampir menembus level batas atas dari supply major beberapa tahun lalu di level 1.4015.
Namun sepertinya kenaikan yang terjadi selama beberapa pekan terakhir akan terhenti pada level ini, mengingat secara fundamental Dolar AS (USD) akan terdongkrak sekali lagi. Hal ini dikarenakan oleh Pemerintahan AS yang baru saja dibuka kembali setelah 3 hari di non-aktifkan. Apalagi, Reformasi fiskal yang sudah di setujui pada bulan Desember 2017 lalu, pada tahun ini akan disahkan secara undang-undang.
Jadi, dari segala sentimen menunjukkan bahwa USD akan menguat sekali lagi, sedangkan secara teknikal GBP/USD sedang didalam area supply major, dan seharusnya penurunan yang besar akan terjadi pada waktu dekat.
Namun, tentu saja kita tidak boleh lupa bahwa setelah pergerakan yang besar, kita akan menemui suatu fase konsolidasi dimana harga akan bergerak pada range tertentu selama beberapa hari atau beberapa pekan.
Untuk lebih jelasnya bagaimana skenario penurunan / perubahan trend turun terjadi, mari kita lihat Chart H1.

Dari gambar diatas bisa kita lihat dengan jelas, sekali lagi area supply yang baru diciptakan ditembus oleh harga pada level batas atas 1.3943. namun, kali ini harga kembali membuat area supply baru di level 1.3971 s/d 1.4007.
Skanario yang akan kita ambil adalah jika harga kembali breakout batas support 1.3875 kemudian kembali mengalami pullback / retest ke area supply. Entri sell dapat dilakukan jika ada candle bearish reversal di level supply dengan stop loss diatas level 1.4007.
Sebenarnya, untuk target profit dapat sangat maksimal jika kita mengambil acuan timeframe daily, namun ada beberapa level H1 yang dapat kita perhatikan yaitu level demand 1.3565 dan level demand 1.3484.






