
GBP/USD pada sesi perdagangan akhir pekan lalu (12/01) kembali mengalami kenaikan yang lumayan besar, yaitu dari level sekitar 1.3530 hingga level 1.3740. Naik lebih dari 200 pips hanya dalam waktu sehari saja. hal inilah yang kemudian menjadi pertanyaan, karena EUR dan GBP merupakan mata uang dari negara berbeda, namun USD pada pair ini melemah drastis, sehingga pasangan mata uangnya semakin mahal.
Namun, ada 1 area supply daily yang akan menjemput pergerakannaik kedepannya, yaitu area pada level 1.3852 s/d 1.4015. area ini menjadi salah satu area supply selama beberapa tahun lalu, dan biasanya harga akan melalui proses akumulai dulu sebelum harga benar-benar turun.
Namun, tetap saja ada kemungkinan bahwa harga dapat terus melaju naik tanpa mempedulikan area supply 1.3852 tersebut. lalu, penurunan bisa juga terjadi dari area ini hingga kepada level-level demand dibawah yaitu level 1.3340, support 1.3218 dan demand sebagai target maksimal di level 1.3090.
Mari kita lihat Chart H1 untuk memperoleh analisa yang lebih jelas.

Dari gambar diatas, dpat dilihat dengan jelas bahwa GBP/USD menembus langsung pada level supply 1.3562 s/d 1.3612 tanpa memperdulikan level tersebut. jika kita ukur dari level low 1.3456, kenaikan yang dihasilkan selama 2 hari pada akhir pekan lalu saja sudah mencapai hingga kemungkinan konsolidasi ataupun penurunan dapat terjadi mulai sekarang.
Jika melihat chart diatas, sudah terlihat penurunan drastis dari level tertinggi dan membuat candle yang mirip dengan bearish engulfing. Jika candle ini bisa close sempurna, kemudian disusul dengan candle bear yang sama namun memiliki komitmet yang sama. maka entri sell dapat kita lakukan dengan stop loss disekitar level 1.3825.
Take profit dari order diatas dapat kita taruh pada supply become demand 1.3612 ataupun pada demand 1.3484. namun, penurunan ini mungkin akan terjadi selama beberapa pekan. Namun







