
GBP/USD pada sesi perdagangan kemarin (25/06) kembali mengalami sedikit kenaikan dari level pembukaan 1.3252 dan ditutup pada level 1.3281. Kemungkinan besar, hari ini akan terjadi sedikit retracement yang bisa kita manfaatkan karena terlihat penurunan setelah sentimen USD membaik.
Sisi Fundamental
Dolar naik ke level tertinggi harian terhadap sekeranjang mata uang utama pada hari Selasa karena sentimen pasar mulai pulih sehari setelah meningkatnya ketegangan perdagangan memicu aksi jual di aset berisiko.
Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap saingan enam mata uang utama, naik 0,32% menjadi 94,25, setelah mengakhiri sesi sebelumnya turun 0,24%.
Greenback telah ditekan lebih rendah karena imbal hasil Treasury AS jangka panjang tergelincir di tengah penghindaran risiko yang meningkat di pasar keuangan.
Pasar kembali tenang setelah sambutan oleh penasihat perdagangan Gedung Putih, Peter Navarro, Senin, membantu meredakan beberapa kekhawatiran investor tentang kebijakan perdagangan AS.
Navarro menunjukkan bahwa rencana untuk melarang perusahaan China berinvestasi di perusahaan teknologi AS tidak akan merusak ekonomi karena pasar mengantisipasi.
Departemen Keuangan akan mengumumkan pembatasan investasi Cina di AS pada hari Jumat.
Langkah seperti itu akan melawan inisiatif Cina untuk menjadi pemimpin global dalam teknologi dan menandai eskalasi lain dalam konflik perdagangan antara Washington dan Beijing, menyusul ancaman tarif tit-to-tat.
Selain sengketa perdagangan dengan Cina, Presiden AS Donald Trump telah meningkatkan ketegangan perdagangan dengan Uni Eropa dengan mengancam tarif pada mobil yang diimpor dari blok tersebut.
Dolar masih menyentuh lebih rendah terhadap yen, dengan USD / JPY terakhir di 109,72, setelah jatuh ke level terendah dua minggu di 109,36 pada hari Senin. Safe haven yen sering dicari oleh investor pada saat ketegangan geopolitik dan gejolak pasar.
Euro jatuh ke posisi terendah hari ini, dengan EUR / USD turun 0,38% ke 1,1658 setelah merayap naik ke tertinggi dua minggu 1,1720 semalam.
Sterling juga melemah terhadap dolar menguat, dengan GBP / USD meluncur 0,35% ke 1,3231. Pound berada di bawah tekanan setelah masuknya pembuat kebijakan Bank of England Jonathan Haskel mengatakan bahwa mungkin ada lebih banyak kelonggaran dalam ekonomi Inggris, yang akan melemahkan kasus untuk kenaikan suku bunga. Dia menambahkan bahwa bank sentral memiliki ruang lingkup untuk menurunkan suku sedikit lebih rendah dalam kasus kemerosotan ekonomi.
Sisi Teknikal

Dari Chart H4 diatas, kita bisa lihat bahwa saat ini harga sudah mengalami tekanan keatas dari level support 1.3217 setelah membuat level low berikutnya. Ini menandakan skenario fakeout yang bagus untuk dijadikan tempat entri buy. Jika kita sebagai risk taker ingin mendapatkan hasil yang lebih signifikan, kita bisa entri buy pada saat closing candle saat ini, dengan stop loss dibawah low terakhir. Sedangkan jika ingin lebih proporsional, kita bisa entri dari level demand 1.3135 s/d 1.3100.





