EUR/USD pada sesi perdagangan kemarin (18/06) mengalami penurunan dari level pembukaan 1.1217, dan ditutup pada level 1.1190. Kemungkinan besar, penurunan ini masih akan terus berlanjut, terutama karena breakdown support sudah valid.
Sisi Fundamental
Euro melayang di dekat posisi terendah dua minggu terhadap dolar pada hari Rabu karena investor menunggu untuk melihat apakah Federal Reserve AS akan mengikuti jejak Bank Sentral Eropa dan terdengar dovish pada penurunan suku bunga di masa depan dan stimulus.
Presiden ECB Mario Draghi pada pelonggaran pada hari Selasa memicu pembicaraan tentang gelombang stimulus bank sentral di seluruh dunia, menyalakan saham, obligasi dan komoditas, meskipun pergerakan mata uang lebih kecil.
The Fed dijadwalkan untuk merilis pernyataan kebijakan moneter, diikuti oleh konferensi pers oleh Ketua Jerome Powell tak lama setelah itu. Harga Berjangka hampir sepenuhnya untuk pelonggaran seperempat poin pada bulan Juli dan menyiratkan lebih dari 60 basis poin pemotongan pada Natal.
Euro tidak berubah pada $ 1,1195 pada awal perdagangan London, setelah jatuh ke level terendah dua minggu $ 1,1181 pada hari Selasa setelah Draghi mencapai nada dovish. Mata uang umum turun seiring dengan penurunan yield obligasi pemerintah Jerman, yang mencapai rekor terendah baru.
Dolar, diukur terhadap sekeranjang mata uang saingan, datar di 97,621 setelah mencapai tertinggi dua minggu pada hari Selasa.
Greenback berada di bawah tekanan pada akhir Mei karena investor mulai bertaruh pada penurunan suku bunga Fed dalam menghadapi ketegangan perdagangan global dan beberapa tanda-tanda kelemahan ekonomi, tetapi harapan bank sentral lain seperti ECB akan mengikutinya sejak membantu dolar pulih .
Presiden A.S. Donald Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa ia akan mengadakan pertemuan panjang dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di KTT para pemimpin Kelompok 20 akhir bulan ini, meningkatkan harapan investor bahwa mereka dapat mengurangi ketegangan dalam sengketa perdagangan yang telah merusak ekonomi dunia.
Yen naik 0,2% pada 108,28 yen per dolar, menunjukkan investor tetap berhati-hati.
Yuan China menarik kembali dari hit tiga minggu tertinggi pada hari Selasa setelah berita Xi dan Trump akan bertemu. Yuan lepas pantai terakhir diperdagangkan di 6,9062, turun 0,1% pada hari itu.
Sterling sedikit tersentuh oleh konfirmasi Boris Johnson sebagai pelopor dalam kontes kepemimpinan Partai Konservatif. Terakhir turun 0,1% pada $ 1,2547.
Sisi Teknikal

Dari sisi teknikal H4, kita bisa lihat bahwa saat ini konsolidasi terjadi setelah harga mengalami breakdown. Ini adalah kesempatan besar untuk melakukan sell order, dengan risk yang sangat minimal (bisa diletakkan di sekitar level 1.1246).






