
EUR/USD pada sesi perdagangan Jum’at akhir pekan lalu (06/07) kembali mengalamikenaikan dari level pembukaan 1.1689 dan ditutup pada level 1.1744. Kemungkinan besar kenaikan baru akan mulai terhenti pada resistance 1.1855.
Sisi Fundamental
Dolar kembali diperdagangkan pada posisi terendah 3 minggu terhadap rivalnya pada hari Senin (09 Juli 2018) setelah rilis laporan pekerjaan AS terbaru menunjukkan pertumbuhan upah yang cukup lamban. Sementara itu, pound telah mengabaikan pengunduran diri mengejutkan sekretaris Brexit Inggris David Davis.
Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan rival 6 mata uang utamanya, mengalami penurunan 0.29% menjadi 93.50 sore tadi. Level ini sekaligus menjadi level terendah sejak 14 Juni 2018.
Indeks kembali tergelincir 0.48% pada hari Jumat akhir pekan lalu, setelah lebih lambat dari proyeksi angka pertumbuhan upah ekspektasi yang sedikit lebih buruk oleh Federal Reserve tahun ini pada tingkat keempat.
Sementara pertumbuhan upah bisa dinilai tetap moderat, Departemen Tenaga Kerja mengatakan bahwa gaji non-pertanian (NFP / non-farm-payrolls) meningkat lebih besar dari perkiraan 213,000 pada bulan kemarin.
Pertumbuhan pekerjaan yang solid tersebut juga turut membantu mengimbangi kekhawatiran atas eskalasi perselisihan perdagangan antara AS dan Cina yang tidak kunjung menemui jalan keluar terbaik. Bahkan, skala tarif terbaru sudah diterapkan mulai pada hari Jum’at.
Dolar mengalami pelemahan terhadap yen, dengan USD / JPY terakhir berada di level 110.40.
Euro mengalami dorongan lebih tinggi, dengan EUR / USD naik 0.25% ke level 1.1774, level terbesar sejak 14 Juni 2018.
Mata uang tunggal telah terdorong setelah data menunjukkan bahwa ekspor Jerman mengalami kenaikan lebih dari impor pada bulan Mei, menunjukkan bahwa ekonomi terbesar di kawasan euro tetap mampu bertahan saat ketegangan perdagangan meningkat.
Sterling sementara ini juga lebih tinggi terhadap dolar AS, dengan GBP / USD mengalami kenaikan 0.53% ke level 1.3356, setelah pulih dari level terendahnya semalam 1.3284.
Pound awalnya mengalami penurunan cukup drastis seiring munculnya laporan bahwa Sekretaris Brexit Inggris David Davis mengundurkan diri, dan ini diproyeksikan berpotensi menghadapi pukulan bagi PM May.
Namun sterling dengan cepat mengalami rebound di tengah indikasi bahwa PM May tidak akan menghadapi reaksi besar terhadap kebijakan Brexit dan harapan Brexit yang lebih lunak mungkin bisa diperoleh.
Sisi Teknikal

Dari Chart H4 diatas, bisa kita lihat bahwa saat ini harga sedang benar-benar menuju leve resistance 1.1839 s/d 1.1852. Kemungkinan besar kenaikan baru akan terhenti dari sini. Jika kita sudah entri dari sekitar level 1.1600, tentunya lebih dari 150 pips sudah didapatkan. Namun bagi yang belum entri, mungkin lebih baik kita harus menunggu harga untuk kembali memantul dari resistance, kemudian retrace ke level FIbo.





