idnfx (25/02/2026) – Pasar global dan emas hari ini tengah berada dalam fase krusial. Perpaduan antara kebijakan perdagangan agresif dari Gedung Putih, polemik bank sentral di Asia, serta ketegangan geopolitik di Timur Tengah menciptakan volatilitas tinggi baik di pasar logam mulia maupun valuta asing.
Berikut adalah rangkuman mendalam mengenai kondisi pasar untuk membantu strategi trading dan investasi Anda.
XAUUSD: Emas di Pusaran Sentimen Safe-Haven
Harga emas dunia (XAUUSD) malam ini bergerak dinamis di kisaran $5.140 – $5.230 per troy ons. Meskipun sempat terkoreksi, daya tarik emas sebagai aset pelindung nilai tetap kuat.

- Efek Tarif Trump: Rencana pemberlakuan tarif impor global sebesar $10\%$ hingga $15\%$ oleh Presiden Donald Trump menjadi motor utama ketidakpastian. Pasar cenderung beralih ke emas karena risiko perang dagang global yang meningkat.
- Kondisi Domestik: Di Indonesia, harga emas Antam bertahan di level Rp3,02 – Rp3,06 juta/gram, namun harga buyback mengalami tekanan akibat aksi ambil untung investor lokal.
- Proyeksi: Perhatikan level support di $5.080. Jika harga mampu bertahan di atas level ini, peluang menuju rekor tertinggi baru tetap terbuka lebar.
Major Pairs: Dominasi USD dan Pelemah Yen
Kondisi mata uang utama dunia (Forex) menunjukkan divergensi kebijakan yang menarik antara Amerika, Eropa, dan Asia.
EUR/USD: Menanti Data Inflasi
Euro tertahan di level psikologis 1.1800. Pelaku pasar bersikap konservatif menjelang rilis data CPI Zona Euro yang diperkirakan mendingin. Sentimen saat ini adalah konsolidasi dengan risiko penurunan jika data ekonomi Eropa lebih lemah dari ekspektasi.
USD/JPY: Tekanan pada Yen Jepang
Yen menjadi mata uang terlemah hari ini, merosot ke level 156.40. Hal ini dipicu oleh sikap dovish dari pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi yang meragukan urgensi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan (BoJ). Area 157.00 – 158.00 menjadi zona merah yang berisiko memicu intervensi pemerintah Jepang.
GBP/USD & AUD/USD: Ketangguhan di Tengah Ketidakpastian
- Poundsterling (GBP): Berhasil menguat ke 1.3537 didorong oleh membaiknya selera risiko di pasar ekuitas.
- Aussie (AUD): Mendapatkan dukungan dari sikap hawkish RBA setelah data inflasi Australia tetap stabil tinggi, menargetkan level 0.7100.
Trigger yang Harus Diwaspadai Malam Ini
Untuk sisa sesi perdagangan New York malam ini, ada dua agenda utama yang dapat mengubah arah tren secara mendadak:
- Data PPI (Producer Price Index) AS: Jika data menunjukkan kenaikan biaya produksi, Dolar AS (DXY) berpotensi menguat tajam, yang akan menekan XAUUSD dan EUR/USD.
- Pertemuan AS-Iran: Hasil dari negosiasi ini akan sangat menentukan volatilitas emas. Kegagalan diplomasi akan memicu lonjakan permintaan aset safe-haven.
Kesimpulan
Pasar saat ini sedang menguji ketahanan level-level kunci. Bagi trader emas, perhatikan volatilitas di sekitar area $5.200, sementara bagi trader Forex, pelemahan JPY merupakan peluang sekaligus risiko intervensi yang harus dikelola dengan manajemen risiko yang ketat.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif, bukan merupakan saran investasi atau sinyal trading. Perdagangan Forex melibatkan risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pastikan Anda memahami risiko yang terlibat sebelum melakukan transaksi.






