Beranda Berita (24/07/2026) Market Hari Ini Terdampak Lonjakan Harga Minyak dan Penguatan Dolar

(24/07/2026) Market Hari Ini Terdampak Lonjakan Harga Minyak dan Penguatan Dolar

3
0
lonjakan harga minyak dolar

Lonjakan Harga Minyak

idnfx (24/07/2026) – Sentimen risk-off mendominasi pergerakan market hari ini. Kondisi ini secara langsung dipengaruhi oleh eskalasi ketegangan di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak mentah Brent hingga menembus level psikologis 100 USD per barel.

Dolar AS

Kekhawatiran akan kembali memanasnya inflasi global akibat krisis energi ini mendorong naiknya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS. Tercatat, imbal hasil Treasury bertenor 2 tahun meroket ke level 4,37%, yang pada akhirnya memberikan pijakan kuat bagi Dolar AS (USD) untuk menekan mata uang utama lainnya.

USD/JPY: Yen Masih Tertekan

Pasangan USD/JPY terpantau bergerak di kisaran 163,79 – 163,85. Yen Jepang masih belum bisa keluar dari zona terendahnya dalam 40 tahun terakhir. Kesenjangan suku bunga yang masif antara bank sentral AS (The Fed) dan Bank of Japan (BoJ) membuat aktivitas carry trade tetap menjadi pilihan utama pasar, menahan upaya pemulihan Yen.

EUR/USD: Tertahan di Bawah 1,1400

Di zona Eropa, EUR/USD bergerak cukup stabil di level 1,1382, namun masih tertahan di bawah batas psikologis 1,1400. Euro sebenarnya mendapatkan katalis positif dari data PMI Zona Euro yang solid dan ekspektasi kenaikan suku bunga European Central Bank (ECB) pada September mendatang. Sayangnya, momentum ini dibatasi oleh keperkasaan fundamental Dolar AS.

GBP/USD: Menanti Rilis Penjualan Ritel

Poundsterling menunjukkan sinyal positif dengan mencetak rebound ke level 1,3323 setelah mengalami pelemahan selama lima sesi berturut-turut. Fokus pasar kini beralih pada rilis data Penjualan Ritel Inggris yang akan menjadi penentu arah pergerakan GBP/USD selanjutnya.

USD/IDR: Rupiah Melemah Imbas Tarif Baru

Dari dalam negeri, nilai tukar Rupiah di pasar spot tertekan ke level Rp17.971 per Dolar AS. Pelemahan ini merupakan respons berantai dari sentimen risk-off global, tingginya harga minyak dunia, serta penyesuaian arus modal merespons penerapan tarif perdagangan baru dari Amerika Serikat.

Harga Emas (XAU/USD) Terkoreksi Tajam

Bergeser ke pasar komoditas logam mulia, harga emas (XAU/USD) mengalami koreksi yang cukup dalam ke kisaran 4.050 USD per troy ons.

Koreksi ini terjadi karena pasar kembali memperhitungkan ( pricing in ) potensi pengetatan suku bunga lanjutan akibat inflasi berbasis energi. Selain itu, rilis data PMI Jasa AS yang mencatatkan angka solid di level 53,6 semakin memperkuat narasi ketahanan ekonomi AS, sehingga menekan daya tarik emas sebagai aset safe haven.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif, bukan merupakan saran investasi atau sinyal trading. Perdagangan Forex melibatkan risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pastikan Anda memahami risiko yang terlibat sebelum melakukan transaksi.

idnfx

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses