Beranda Analisa Forex Forex Minggu Keempat Februari 2026: Dominasi Dolar dan Dampak Geopolitik

Forex Minggu Keempat Februari 2026: Dominasi Dolar dan Dampak Geopolitik

2
0
Forex, dolar, geopolitik

Kondisi Forex Global

idnfx (28/02/2026) – Pasar forex global menutup pekan terakhir (23-27) Februari 2026 dengan volatilitas tinggi. Kombinasi antara data ekonomi domestik yang kontras dan eskalasi ketegangan di Timur Tengah telah menciptakan peta kekuatan baru pada pasangan mata uang utama (major pairs).

Dominasi Dolar AS di Tengah Sentimen Suku Bunga Fed

Dolar AS (USD) tetap menjadi motor utama pasar meskipun data perumahan (New Home Sales) menunjukkan kelesuan. Fokus investor tertuju pada komitmen Federal Reserve untuk menjaga suku bunga tetap tinggi demi menekan inflasi inti yang diproyeksikan berada di level $3,2\%$.

Keputusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan kebijakan tarif tertentu sempat memicu fluktuasi, namun tren penguatan USD terhadap Euro tetap terjaga berkat divergensi kebijakan moneter yang kontras.

EURUSD: Terperangkap dalam Sentimen Ekonomi Zona Euro yang Suram

Pasangan EURUSD terus menunjukkan tren bearish dengan target area $1,1800$. Tekanan utama datang dari merosotnya angka Indeks Sentimen Ekonomi ZEW ke level $39,4$, jauh di bawah ekspektasi pasar ($45,2$). Dengan ekonomi Eropa yang menunjukkan tanda perlambatan, Euro menjadi mata uang yang paling rentan terhadap penguatan Dolar saat ini.

GBP dan AUD: Ketangguhan di Tengah Ketidakpastian

Berbeda dengan Euro, Pound Sterling (GBP) dan Dolar Australia (AUD) menunjukkan performa yang lebih solid:

  • GBPUSD: Meskipun inflasi Inggris turun ke $3,0\%$, pertumbuhan upah yang tetap kuat membuat Bank of England (BoE) bersikap hati-hati dalam memangkas suku bunga, memberikan sokongan pada Sterling.
  • AUDUSD: Didorong oleh sikap hawkish Reserve Bank of Australia (RBA), AUD menjadi salah satu top performer dengan target penguatan menuju $0,7300$.

Yen Jepang dan Krisis “Safe Haven”

USDJPY tetap bertahan di level tinggi seiring dengan pelemahan Yen. Ketidakpastian politik domestik di Jepang dan pernyataan dovish dari anggota dewan BoJ, Hajime Takata, meredam ekspektasi kenaikan suku bunga agresif, meskipun suku bunga acuan saat ini sudah berada di $0,75\%$.

Namun, fungsi safe haven beralih secara masif ke aset lain akibat peristiwa geopolitik 27 Februari 2026.

Dampak Konflik Iran-Israel: Emas Menembus $\$5.000$

Laporan serangan militer yang melibatkan Iran, Israel, dan AS telah mengubah peta risiko secara instan.

  1. Emas (XAUUSD): Meledak menembus rekor psikologis $\$5.000$ per troy ounce.
  2. Minyak Bumi: Harga WTI melonjak akibat kekhawatiran gangguan pasokan, yang secara tidak langsung memberikan dukungan pada Dolar Kanada (CAD).

Outlook Minggu Depan: Apa yang Harus Diwaspadai?

Memasuki minggu pertama Maret 2026, pasar diperkirakan akan tetap berada dalam mode “waspada tinggi”. Berikut adalah fokus utama untuk strategi perdagangan Anda:

  • Eskalasi Geopolitik vs. Intervensi: Fokus utama adalah apakah konflik di Timur Tengah akan meluas. Jika terjadi eskalasi lebih lanjut, XAUUSD berpotensi mencari rekor baru di atas $\$5.000$, sementara USDJPY mungkin mengalami koreksi tajam jika investor mulai melakukan likuidasi aset berisiko dan beralih kembali ke Yen sebagai instrumen keamanan tradisional.
  • Divergensi Fed-ECB: Pantau rilis data inflasi lanjutan dari Zona Euro. Jika inflasi Eropa terus melemah di bawah target, tekanan pada EURUSD untuk menembus level psikologis $1,1800$ akan semakin kuat. Sebaliknya, USD akan tetap kuat selama data tenaga kerja AS tidak menunjukkan pendinginan yang signifikan.
  • Momentum AUD & GBP: Jika sentimen risk-off mereda, AUD/USD memiliki ruang untuk melanjutkan rally menuju $0,7300$ didukung oleh narasi suku bunga RBA yang ketat. Untuk Sterling, perhatikan pernyataan pejabat BoE mengenai data upah; retorika hawkish akan menjaga GBPUSD tetap stabil di atas $1,3400$.
  • Pasar Komoditas: Lonjakan harga minyak akan terus menjadi pedang bermata dua. Bagi USDCAD, ini adalah sentimen positif, namun bagi negara importir minyak (seperti sebagian besar Eropa dan Jepang), ini akan memperburuk defisit perdagangan dan menekan mata uang mereka lebih dalam.

Kesimpulan untuk Trader

Minggu ini menandai transisi dari penggerak berbasis data ekonomi ke penggerak berbasis risiko geopolitik (risk-off). Fokus pada XAUUSD dan USDJPY sangat disarankan, mengingat volatilitas ekstrem yang mungkin berlanjut. Pastikan manajemen risiko Anda sangat ketat di tengah kondisi pasar yang tidak menentu ini.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif, bukan merupakan saran investasi atau sinyal trading. Perdagangan Forex melibatkan risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pastikan Anda memahami risiko yang terlibat sebelum melakukan transaksi.

– idnfx

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses