Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Dolar AS Berpeluang Menguat Berkat Naiknya Imbal Hasil Obligasi

Dolar AS Berpeluang Menguat Berkat Naiknya Imbal Hasil Obligasi

237
0
Berdasarkan data yang diterbitkan BI pagi ini, kurs rupiah berada di angka Rp13.329 per dolar AS, terdepresiasi tipis 0,2% atau 3 poin dari posisi 13.326 kemarin. Pada saat yang sama, nilai tukar rupiah terpantau menguat 0,03% atau 4 poin ke Rp13.327 per dolar AS di pasar spot, setelah dibuka dengan penguatan hanya 0,01% atau 1 poin di Rp13.330.

Amerika Serikat sebagai salah satu negara yang menjadi kiblat dari mata uang dunia, sekarang ini bisa dikatakan merasa sedikit bahagia. Kebehagiaan yang dirasakan AS ialah dalam aspek investasi (dunia trading forex). Bagaimana tidak? Saat ini naiknya imbal dari hasil obligasi secara otomatis akan bisa menopang dolar AS. Artinya naiknya imbal dari obligasi ini akan semakin menguatkan mata uang dolar Amerika Serikat terhadap mata uang yang lainnya.

Bisa dikatakan melonjaknya imbal hasil riil AS akan bisa sangat membantu rebound dolar membuat para penjual langsung berpikir dua kali sebelum melakukan spekulasi melawan dolar. Tentunya untuk imbal hasil riil obligasi yang dilakukan pemerintah AS bertenor 10 tahun yang akan bisa mengukur seberapa banyak investor bisa mendapatkan penghasilan dari obligasi setelah inflasi dihapus. Menurut data dari Departemen Keuangan AS, naiknya imbal hasil obligasi sebesar 2,47% tertinggi dalam jangka waktu kurang lebih 15 tahun.

Yang pasti hal ini akan secara langsung membuat spekulasi pada mata uang AS yang lebih menguntungkan. Karena jelas investor nantinya akan bisa bullish dengan mampu mengumpulkan imbal hasil sambil tetap mempertahankan posisi dolar mereka. Dimana dolar akan mengalami kenaikan sebesar 7% dari posisi terendahnya pada tahun 2023 terhadap jumlah mata uang dan berada pada level tertinggi dalam jangka waktu 10 bulan.

Saat ini posisi dolar AS khususnya di pasar berjangka menunjukkan net long hingga sebesar $3,07 miliar untuk pekan berakhir 26 September, ini menurut data dari Commodity Futures Trading Commission. Jadi kesimpulannya hal ini merupakan pembalikan tajam dari posisi short sebesar $21,28 miliar khususnya pada awal tahun ini.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses