Beranda pendidikan forex Trading Menggunakan Teori Fibonacci

Trading Menggunakan Teori Fibonacci

103
0
BERBAGI

Leonardo Bigollo Pisano 1170-1240 atau yang lebih di kenal dengan panggilan Fibonacci yaitu genius matematika Italia yang menyampaikan beberapa cara perhitungan serta pengukuran yang benar.

 

Sesudah satu tahun lebih membuat riset di Saudi Arabia, India serta Afrika Selatan, pada tahun 1202 ia menulis buku populer berjudul ‘Liber Abaci’, ‘Book of The Abacus’ buku mengenai langkah mengkalkulasi. Diluar itu, ia juga mengungkap beragam teori mengenai hubungan sifat alam dengan matematika.

 

Teori berikut yang kemudian memicu prediksi beragam peluang dalam dunia trading masa saat ini. Artikel ini disajikan dari tulisan Bill Poulos yang berjudul ‘The Truth About Fibonacci Trading’ yang diantaranya membahas mengenai level-level retracement serta extension Fibonacci yang banyak dipakai jadi salah satu sarana prediksi dalam trading.

 

Level Retracement Serta Extension

Level retracement serta extension yaitu yang paling banyak dipakai dalam trading manfaat memprediksi peluang untuk entry serta exit. Retracement bermanfaat untuk lihat level dukungan atau resistance sepanjang periode koreksi “retrace”, tengah extension umumnya dipakai untuk memastikan level take keuntungan sasaran. Baik level retracement ataupun extension ditetapkan berdasar pada deret Fibonacci yakni : 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, 233, 377,dan sebagainya.

 

Deret ini di buat dari penjumlahan dengan 2 angka yang berurutan, yakni 1+2=3, 2+3=5, 3+5=8, dan sebagainya. Bila angka yang berurutan sesudah 89 sama-sama dibagi, jadi juga akan senantiasa hasilkan 0.618 serta 1.618, yang dimaksud dengan golden ratio Fibonacci. 89/144= 0.618 serta 144/89= 1.618 ;144/233= 0.618 serta 233/144=1.618, dan sebagainya. Dengan aturan sama yang sederhana namun mengherankan didapat angka ratio yang disetujui jadi level retracement serta level extension.

 

Mengapa beberapa trader serta analis setuju untuk memakai angka ratio Fibonacci? Dikarenakan sudah dapat dibuktikan tepat serta cukup akurat. Bagaimana hal tersebut bisa berlangsung? Sampai sekarang ini belumlah ada seorangpun yang dapat menerangkan dengan ilmiah serta masuk akal. Bahkan juga Leonardo Pisano dengan kata lain Fibonacci sendiri tidak sempat menerangkan basic dari teorinya, menurut dia ia cuma menggali apa yang sesungguhnya sudah ada.

 

Jauh sebelumnya Fibonacci, beberapa arsitek Mesir zaman Firaun sudah mengaplikasikan teori golden ratio pada membuat piramida. Yang pasti sekarang ini nyaris semuanya basis trading diperlengkapi dengan alat analisis Fibonacci retracement, extension serta Fibonacci fan.

 

Contoh Penggunaan Level Retracement Fibonacci Saat Bermain Trading

 

 

Dalam alur gerakan harga pasar, retracement dapat disimpulkan jadi koreksi dari tren paling utama yang tengah berlangsung. Bila koreksi sudah bisa melampaui batas atas dari batas bawah level pertama waktu dimulainya tren paling utama, jadi probabilitas untuk terjadinya arah balik tren reversal yaitu besar.

 

Dengan teori Fibonacci, tiap-tiap level retracement yang sesuai sama angka ratio adalah level dukungan atau resistance yang sangat mungkin selesainya koreksi. Bila satu level terlampaui, referensi dukungan atau resistance setelah itu yaitu pada level retracement selanjutnya.

 

Contoh pada keadaan pasar yang tengah uptrend :  Dalam keadaan pasar uptrend seperti pada gambar atas, pengukuran level retracement diawali saat gerakan harga sudah menyaratkan juga akan terjadinya koreksi. Kita tarik garis dari level paling rendah swing low ke level teratas swing high hingga level minimal retracement yaitu pada 0.000 atau 0% swing high serta level maximum pada 1.000 atau 100% swing low.

 

Dalam contoh diatas, swing low ada di harga 71.31 serta swing high ada di harga 89.83. Dari level Fibonacci retracement yang terlihat, kita dapat memprediksikan level-level dukungan ada pada 85.46 pada 0.236 atau 23.6%, 82.76 pada 0.382 atau 38.2%, 80.57 pada 0.500 atau 50%., dan sebagainya.

 

Pada levelitu diibaratkan koreksi juga akan selesai serta harga juga akan kembali naik “bouncing”, atau break ke dibawahnya serta melanjutkan koreksi sampai ke level selanjutnya. Umumnya trader menghadapi untuk entry buy di level-level itu dengan anggapan koreksi juga akan selesai.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.