Beranda pendidikan forex Membaca Peta Kemampuan Buyer Vs Seller

Membaca Peta Kemampuan Buyer Vs Seller

212
0
BERBAGI

Kemampuan buyer-seller memastikan arah market. Disamping itu, kemampuan buyer-seller pada prinsipnya diukur berdasar pada uang yang ikut serta dalam transaksi buy serta sell itu.

 

Tanda yang relative dapat mencerminkan peta kemampuan buyer-seller, yaitu candlestick. Akan tetapi, candlestick ada saatnya dapat juga memiliki kandungan ” bias “.

 

Nah, oleh karenanya, sebaiknya jika kita dapat membaca peta kemampuan buyer-seller ini dari data yang beda. Data yang saya maksud yaitu data yang sesungguhnya umum, serta banyak dihidangkan oleh broker, tetapi dari yang saya kenali, banyak diabaikan oleh beberapa trader.

Banyak teman trader yang melupakan demikian saja data yang menurut saya perlu ini. Yah, maklumlah, mungkin saja banyak teman trader yang lebih tertarik pada tanda masak, walau dapat jadi diragukan keakuratannya, dibanding membaca data atau tanda mentah.

 

Sebenernya data yang seperti apa sich yang saya bicarakan disini? Tidak usah mencari contoh jauh-jauh kok. Coba saksikan halaman pertama dari site seputarforex ini.

 

Amati data yang dihidangkan dengan gamblang di situ. Telah ketemu? Yups, tersebut data sentimen serta rasio jual-beli. Apakah anda sampai kini melupakan demikian saja data yang dihidangkan itu? Jika tidak, saya katakan ” selamat! ” bermakna anda telah memahami bagaimana memakai info serta membaca jejeran angka yang tersaji di situ.

 

Itu satu gift yang tidak sering dipunyai loh. Namun, bila anda sampai kini melupakan demikian saja jejeran angka yang tersaji di situ serta relatif mencari tanda masak. Wah, mmm… ada dua peluang nih.

 

Anda sangat malas untuk mengerti arti data itu atau anda memanglah belum juga memahami arti dari jejeran angka itu. Iya deh, gak ayah kok. Selalu jelas, saya juga baru belakangan ini tertarik untuk mencermati peta kemampuan buyer-seller itu.

Umumnya sich saya cukup senang dengan mencermati candlestick sembari terkadang narik-narik fibo buat mencari support-resistant.

 

Ok, saat ini, bagaimana sich mengerti arti dari jejeran angka itu? Yah, sebenernya simpel saja kok. Angka-angka itu kan mencerminkan berapakah kemampuan buyer-seller di broker yang berkaitan, yang umumnya mencerminkan juga keadaan market pada umumnya.

 

Untuk membacanya, ya tinggal kembalikan ke pengertian basic hukum permintaan-penawaran. Jika kemampuan buyer lebih menguasai, harga juga akan terdorong naik. Demikian sebaliknya, jika kemampuan seller yang lebih menguasai, harga juga akan tertekan untuk turun.

 

Nah, jadi trader kelas teri dengan modal terbatas mendingan ikuti saja arah yang lebih menguasai di market deh. Jika banyak yang buy, ya ikut-ikutan saja buy. Jika banyak yang sell, ya ikut-ikutan sell. Dengan kata beda : ikuti saja tekad beberapa yang memiliki modal yang bermain di market waktu itu.

 

Mereka buy, kita ikut-ikutan buy. Mereka bertukar arah, kita ikut-ikutan bertukar arah juga. Untuk masalah ini biarin ajalah dianggep hanya ikutan arus. Tidak usah gengsi deh, yang perlu keuntungan.

Nah, terkecuali jika anda miliki modal dalam ukuran trilyunan rupiah, baru deh sepertinya dapat ikut-ikutan memastikan arah market. Btw, jika anda miliki modal segitu untuk bermain di market forex, bebrapa katakan saya jika ingin goyang satu pair yaa.

 

Problem paling utama dalam ikuti data ini yaitu problem ke-up date-an data itu. Makin data ter-up dated, makin akurat untuk dibarengi. Repotnya sich memanglah jika data yang dihidangkan kurang up-date.

 

Kita dah umpamanya ikut-ikutan buy disebabkan ngeliat data kemampuan buyer lebih kuat, nyatanya data itu tidak up-dated, jadi tidak melukiskan keadaan waktu itu juga di market. Jadinya ” apes ” deh, waktu kita ikut-ikutan buy, beberapa buyer atau yang memiliki uang nyatanya telah take keuntungan serta bertukar arah.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.