Beranda pendidikan forex Manajemen strategi Martingale Dalam Trading

Manajemen strategi Martingale Dalam Trading

113
0
BERBAGI

Dalam menjalankan trading tentunya bermacam setrategi dan manajemen account trading, trader yang sudah lama mungkin saja familiar dengan resiko strategi Martingale dalam mengatur besaran lot setiap saat buka tempat.

Pada saat pertama kali dikenalkan di meja kasino, dalam menggunakan tehnik manajemen probabilitas Martingale diklaim mampu  merubah laju pertaruhan rugi jadi laba.

Problemnya, tanpa terdapat perhitungan mumpuni tentang pelaksanaan Martingale, bukannya mampu untung, saldo account Anda bisa jadi terjun bebas menekan batas MC.

Berapa Resiko Menggunakan Setrategi Martingale?

Sebelumnya menghitung besar resiko Martingale, Anda harus tahu lebih dahulu langkah menghitung laba rugi dalam trading Forex.

Pada pada dasarnya, tehnik Martingale juga akan menggandakan unit Lot volume trading dalam keadaan khusus, buat mencapai keuntungan besar pada satu posisi yang dapat tutup keseluruhan kerugian menurut beberapa tempat kalah sebelumnya.

Keadaan berjalannya setrategi Martingale mampu di uraikan begini :

Jika tempat menang, bertahan dengan jumlah Lot awal.

Jika posisi kalah, menggandakan  jumlah Lot pada posisi trading selanjutnya.

Bila jumlah margin tidak memenuhi Lot yang dipersyaratkan, pakai semuanya Margin yang tersisa.

Ulangilah langkah 1 hingga 3 hingga tempat paling akhir memperoleh laba, atau hingga account tidak bisa buka tempat trading sekali lagi MC.

Anda sesungguhnya tidak membutuhkan kalkulasi yang rumit buat memikirkan seberapa tingginya resiko Martingale. Cuma dengan menggarisbawahi prosedur pelipatgandaan Lot, telah dapat dipikirkan jika kemungkinan strategi Martingale yang memang semakin tinggi. Bagaimanapun hal itu, akan diperbanyak jumlah Lot sama juga dengan jadi besar resiko.

Masih permanen belum pula mampu bayangan seberapa besar resiko Martingale? Yuk, yuk kita buka berapa Keuntungan atau Loss pada pip berdasar dalam jumlah lotnya pada account standar.

Dari tabel diatas, makin besar jumlah lot, makin besar pula nilai uang yang kita  pertaruhkan  per satu pip-nya. Jadi, jika umpamanya posisi pertama menggunakan satu Lot rugi, jadi tempat selanjutnya juga akan menggunakan 2 Lot.

Masih tetap rugi sekali lagi? Ya, gandakan sekali lagi Lot-nya 2 x lipat menurut mulanya. Demikian selanjutnya sampai tempat paling akhir menang.

Tapi agar sanggup Jackpot-nya, masih ada banyak prasyarat penambahan sekali lagi untuk dipenuhi :

• Jumlah sasaran keuntungan dalam pip mesti tetaplah berkelanjutan.

• Jumlah loss harus juga sama juga dengan sasaran keuntungan.

Bila umpamanya sasaran keuntungan TP diputuskan demikian pips, jadi jarak Stop Loss wajib juga sama dari Entry. Nah, waktu simulasikan skenarionya pada pair EUR/USD dengan TP serta SL 10 pip:

Kekalahan beruntun. Jika pada tempat ke-6 dalam akhirnya dia memperoleh keuntungan, jadi semuanya kerugian bisa ditutupi plus laba sebanyak 100 USD.

Itu bila beliau sukses menang pada posisi ke-6. Parahnya, kerugian jadi juga akan membengkak hingga 6. 300 USD bila tempat paling akhir itu masih permanen salah arah pula.

Dasarnya, Resiko Martingale sama dengan bom saat, bila dimenggunakankan jalan tanpa terdapat kontrol dan perhitungan ketat, satu posisi bisa buat account rol tikar.

Jika Resiko Trading Martingale Begitu Tinggi, Mengapa Masih permanen Ada Yang mencobanya?

Daya tarik paling utama dari strategi Martingale yaitu premis praktis, jikalau cuma diharapkan satu tempat menang buat menebus kerugian dari beberapa posisi kalah sebelumnya tempat menang #6 pada Tabel ke2 Sepintas, prasyarat itu relatif gampang buat dipenuhi.

Memangnya, seberapa susah memperoleh 1  kali  tempat menang? Masa iya, trader bisa kalah beruntun selalu? Anggapan tadi yang menyebabkan trader menginginkan coba strategi Martingale.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.