Beranda pendidikan forex Apakah Scalping Strategy Menguntungkan Trader?

Apakah Scalping Strategy Menguntungkan Trader?

341
0
BERBAGI

Scalping adalah satu diantara taktik trading pilihan untuk banyak trader forex. Tetapi, itu bukan memiliki arti salah satu cara trading ini bebas dari pro-kontra. Banyak yang menyebutkan kalau strategi ini yang lain akan lebih menguntungkan dari pada Scalping Strategy, Day Trading dan Swing Trading lebih masuk akal serta mungkin untuk mendapatkan  keuntungan dalam forex. Mari kita coba membuktikan apakah memang demikian?

 

Scalping Strategy

Taktik scalping dikerjakan dengan maksud mengulik keuntungan dari beberapa gerakan kecil dalam harga pair-pair forex. Karena itu, scalper umumnya memakai timeframe super kecil, pada 1M sampai 15M saja. Tempat trading yang telah di buka cuma dipertahankan open kurun waktu begitu singkat, dalam beberapa menit atau dengan hanya beberapa jam sesudah di buka.

 

Bahkan juga ada yang menyebutkan, scalper yang seharusnya tutup tidak lebih dari 30 menit sesudah OP ; bila sesudah 30 menit belum juga di-close, maka sudah dapat disimpulkan  tradingnya tidak berhasil.

 

Secara singkat cepatnya timeframe untuk menganalisa analisis fundamental atau teknikal dalam periode yang panjang, bahkan tehnik ini juga untuk memberikan penilaian dari efek yang terjadi dari hal ini atau itu, akan tetapi dengan kondisi tersebut masih banyak yang menggunakan Scalping Strategy.

 

Hal ini untuk mendapatkan kritik #1 terhaddap taktik scalping, kalau analisis pada gerakan harga sebagai referensi utama, karena ini hanya sebagai salah satu pendorong dari bebrapa sinyal atau bahkan hanya menjadi firasat dari trader itu sendiri.

 

Dari sejumlah komunitas, hal itu dipandang sebagai salah satu ” kutukan” saat ada gerakan mencolok yang dipicu dari salah satu perubahan yang tidak terduga, meskipun dari pergerakan yang sudah dijadwalkan dikalender fundamental maupun yang masih belum terjadwal.

 

Ketika melihat cara trading yang lain telah disebutkan “abaikan noise”, akan tetapi dalam teknik Scalping Strategy seakan-akan malah tidak digunakan sama sekali justru mengandalkan ” tradingkan noise “.

 

Keuntungan Hanya Akan Didapat Dengan Anda Trading Berulang-ulang

 

Pip yang dapat dipanen melalui cara scalping sering cuma ” recehan “, sekitaran 5, 10, 15 pip, atau bahkan anda akan mendappatkan lebih sedikit dari itu. Dengan hal tersebut scalper diwajibkan untuk sesering mungkin dalam menjalankan trading agar berhasil dalam hitungan perhari untuk mengembalikan modal dan mendapatkan tingkat keuntungan yang lebih banyak, walau sebenarnya ini sudah bisa dipastikan akan sulit untuk didapatkan.

 

Tidak hanya sulitnya untuk mendapatkan sinyal yang baik akan tetapi, rasio risk/reward yang digunakan para scalper juga masih relatif ” mepet “. Seringkali yang didapatkan sejumlah trader forex dalam menerapakan risk/reward dengan perbandingan 1:1.

 

Dengan menggunakan strategi ini sangat mungkin untuk mendapatkan level keuntungan yang lebih tinggi dari trader umumnya bila gerakan sesuai dengan prediksi, namun dengan ” keuntungan recehan ” tadi ketika anda mengalami loss sekali saja akan berakibat membabat sejumlah keuntungan dari lamanya anda menjalankan trading.

 

Trader tidak harus untuk menunggu lama untuk menutup posisinya, yang justru akan menambah peluang blunder yang disebabakan bimbang atau ketidaksabaran mmelihat berbagai perubahan situasi dari pasar, bahkan dari jumlah sinyal teknikal yang seharusnya anda utamakan akan bisa untuk diminimalisir. Berhasil atau tidaknya trading hanya dari style trading yang digunakan, tetapi juga kemantapan dari money management serta psikologi trader tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.