Beranda pendidikan forex Analisis Multi Time Frame Dengan Konfirmasi Indikator BBMA OA

Analisis Multi Time Frame Dengan Konfirmasi Indikator BBMA OA

69
0
BERBAGI

Indikator BBMA dapat dipakai untuk seluruhnya jenis trader serta di Time Frame manapun. Bila Anda dapat menjalankannya dengan sabar serta disiplin, jadi saya rasa sekarang ini Anda telah dapat beroleh keuntungan berkelanjutan dari trading Anda. Lalu, bagaimanakah performa Anda selama ini dalam aktivitas trading dengan BBMA OA?

 

Sesudah belajar bagaimana caranya menempatkan serta memakai indikator BBMA OA, Anda bakal belajar selanjutnya perihal pemakaian indikator BBMA OA di artikel itu. Bahasannya telah bukanlah lagi perihal langkah mengetahui tanda, namun bagaimana caranya konfirmasi indikator BBMA OA. Langkahnya? Dengan analisis Multi Time Frame.

 

Basic Analisis Multi Time Frame

 

Analisis Multi Time Frame yaitu satu cara yang memakai kian lebih satu Time frame untuk menganalisa harga di pasar forex. Jumlah Time Frame yang dipakai berbagai macam, namun dalam indikator BBMA OA, sekurang-kurangnya diharuskan memakai minimum 2 buah Time Frame.

 

Bila Anda memahami serta mencermati gerakan harga dan sistem terbentuknya candle pada pasar, suatu candlestick pada Time Frame besar terbentuk dari susunan sebagian candlestick Time Frame yang lebih kecil. Lihatlah contoh berikut ini. Suatu candlestick pada Time Frame H1, terbagi dalam 4 buah candlestick penyusun di Time Frame M15. Ini bermakna bila 3 candlestick di H1, bermakna ada 12 candlestick di Time Frame M15.

 

Sistem terbentuknya candlestick di Time Frame besar ini dapat kerap dimaksud dengan perjalanan candle. Anda juga dapat mengambil contoh dari SF Alpha Team, suatu tim analisis di Seputarforex. Pada satu diantara analisanya, SF Alpha Team menerapkan analisis perjalanan candlestick pada Doji.

 

Dari satu buah Doji yang terbentuk pada Time Frame D1, bakal di cari tingkat kemampuan seller serta buyer pada Time Frame kecil seperti H4, H1, serta M15. Tersebut analisis perjalanan candle :

 

  • Candlestick di Time Frame D1 terbentuk dari 6 candlestick di Fime Frame H4
  • Candlestick di Time Frame H4, terbentuk dari 4 candlestick di Time Frame H1. Bermakna, 1 candlestick D1 atau 6 candlestick H4 terbentuk dari 24 candlestick H1
  • Candlestick di Time Frame H1, terbentuk dari 4 candlestick di Time Frame M15. Bermakna 1 candlestick D1, atau 6 candlestick H4, atau 24 candlestick H1 terbentuk dari 96 candlestick M15

 

Cobalah cermati gambar diatas, 1 buah candlestick di Time Frame D1, dapat menghidangkan satu narasi lain pada Time Frame lebih kecilnya. Mirip contoh pada Time Frame H4, ada suatu candlestick Doji sekalian Pin Bar. Pada Time Frame H1, terbentuk suatu pola candlestick Bullish Engulfing, sedang pada M15 terbentuk pola candlestick Morning Star.

 

Tetapi, apakah kemudian harga hentikan perjalanan turunnya? Tak juga. Bila dipandang dari Time Frame H1, kenaikan kecil itu hanya suatu pullback ke level Dukungan yang barusan tertembus, supaya harga dapat meneruskan penurunannya lebih jauh. Tanpa ada lihat ke Time Frame H1, mungkinkah Anda ketahui bila candlestick Pin Bar itu tak valid?

 

Analisis Multi Time Frame Dengan Indikator BBMA OA

 

Bila telah terang beberapa basic serta panduan pada analisis Multi Time Frame, mari saya terangkan aplikasinya pada indikator BBMA OA. Dengan analisis Multi Time Frame, beberapa tanda serta setup di indikator BBMA OA bisa di konfirmasi.

 

Analisanya sendiri minimum memakai 2-3 buah Time Frame. Bahkan juga Anda juga dapat memakai 6 buah Fime Frame sekalian. Jadi mari diawali pembahasannya di tiap-tiap tanda serta setup pada indikator BBMA OA.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.