Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Yen Naik Sesudah AS Nyatakan Perang Dagang Kontra Eropa

Yen Naik Sesudah AS Nyatakan Perang Dagang Kontra Eropa

44
0
BERBAGI

USD/JPY diperjualbelikan dekat sebesar paling rendah satu pekan pada sebesar 111.15, sesaat EUR/JPY bertambah 0.16 % ke posisi 125.35 pada pertengahan session Eropa hari Rabu  10/4.

 

Keinginan atas Yen Jepang alami kenaikan sebab investor serta trader menghadapi pengumuman kebijaksanaan bank sentra Eropa ECB malam nanti, dan waspada gagasan Amerika Serikat untuk mengaplikasikan bea import atas beberapa produk asal Uni Eropa.

 

Tempo hari, Robert Lighthizer sebagai US Trade Representative diberitakan menyerahkan rincian beberapa barang Uni Eropa yang akan dikenai bea import oleh AS, meliputi produk komoditi lunak seperti keju serta Wine sampai komoditi keras seperti pesawat serta suku cadang.

 

Sebabnya, Amerika Serikat jengkel sebab Uni Eropa ditunjuk mempromokan pertarungan tidak fair dengan memberi subsidi buat perusahaan produsen pesawat raksasa Airbus.

 

Langkah AS itu punya potensi menempatkan negeri Paman Sam dalam tempat rawan sebab perseteruan perdagangan dengan China pun belum teratasi.

 

Seperti diutarakan oleh Bart Wakabayashi, Apabila mereka AS ingin menggerakkan ekonomi dunia, jadi sebetulnya akan semakin susah saat mereka kobarkan perang dagang di beberapa medan.

 

Penambahan ketertarikan safe haven di kelompok investor pun didorong oleh laporan paling baru International Monetary Fund IMF tentang outlook perkembangan global.

 

IMF kembali lagi memotong prediksi pertumbuhannya untuk tahun 2019 dari 3.5 % jadi 3.3 % prediksi paling rendah semenjak tahun 2016.

 

Selain itu, aktor pasar waspada pengakuan apa yang akan diutarakan oleh Gubernur ECB, Mario Draghi, selesai rapat kebijaksanaan malam nanti 18:45 WIB.

 

Walau ECB diekspektasikan akan menjaga suku bunga, tapi pidato yang lebih dovish tentang gagasan peluncuran program TLTRO baru dapat menyebabkan pelemahan Euro selanjutnya.

 

Lepas dari beberapa faktor external itu, data ekonomi Jepang sendiri masih tetap menyedihkan. Laporan Core Machinery Orders paling baru tunjukkan penurunan mencolok sebesar 5.5 % YoY pada bulan Februari 2019, walau indeks harga produsen bertambah 1.3 % YoY untuk perhitungan bulan Maret.

 

Data preliminer tentang pesanan permesinan pun ambruk 28.5 % Year-on-Year, sesudah turun 29.3 % pada periode awal mulanya. Keseluruhannya, keinginan atas Yen sekarang  seutuhnya berdasar pada statusnya menjadi safe haven daripada valuasi mendasar yang lumrah.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.