Beranda Analisa Forex Wabah Virus Corona Di Italia Semakin Meluas

Wabah Virus Corona Di Italia Semakin Meluas

97
0
BERBAGI

Italia melaporkan tujuh kematian karena virus corona atau yang diklaim Covid-19. Jumlah penduduk yang tertular naik sebagai 229 orang. Ini merupakan perkara terbanyak pada Eropa.

Bahkan sebanyak 50 ribu penduduk pada 11 kota kini diisolasi, lebih kurang 10 kota di wilayah Lombardy dan satu kota pada Veneto.

Sejujurnya nir ada yang menerka penyebaran akan begitu agresif, istilah Gubernur daerah Lombardy, Attilio Fontana, sebagaimana ditulis Reuters mengutip radio setempat. Ekonom memperingatkan corona bisa mengganggu perekonomian.

Apalagi Italia merupakan negara yang paling poly dikunjungi wisatawan menggunakan sumbangan pariwisata mencapai 13% berdasarkan PDB. Italia telah melaporkan adanya masyarakat positif corona sejak awal Februari.

Namun perkara sebagai signifikan sejak 24 Februari kemarin. Tidak hanya di Italia, Korea Selatan dan Iran jua mengalami peningkatan yang signifikan, dan dianggap sangat memprihatinkan sang Organisasi Kesehatan Dunia World Health Organization/WHO.

Peningkatan perkara yang tiba-tiba pada Italia, Republik Islam Iran dan Republik Korea Korsel sangat memprihatinkan, istilah Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Sedangkan Kepala WHO mengaku tim WHO sudah mengunjungi Italia buat meneruskan permasalahan ini. Setelah itu, tim pula dikatakan akan mengunjungi Iran.

Tekanan tidak hanya datang berdasarkan virus corona tetapi juga produk turunan wabah tersebut, yakni melambatnya ekonomi, yang dikhawatirkan berujung pada resesi. Jerman sebagai negara yang paling disorot.

Pertumbuhan ekonomi Negeri Panser di kuartal IV-2019 stagnan alias tidak tumbuh menurut kuartal sebelumnya. Pada tahun lalu, Jerman sudah nyaris mengalami resesi akibat perang dagang AS dengan China.

Tahun lalu kami menemukan sensitifitas ekonomi Jerman terhadap China, dan saya pikir setiap orang masih menganggap remeh bagaimana perkembangan ekonomi China ke Eropa istilah John Marley, konsultan senior dan seorang ahli manajemen risiko valuta asing di SmartCurrencyBusiness, sesuai dilansir Reuters.

Jerman adalah negara yang berorientasi ekspor dan China merupakan pasar terbesar ketiganya.

Nilai ekspor Jerman menuju China US$ 109,9 miliar atau sekitar 7,1% berdasarkan total ekspor dari negara tersebut.

Menurunya laju perekonomian China tentu mengurangi permintaan atas produk Jerman, sebagai akibatnya ekonomi Negeri Panzer jua berisiko terpukul, dan berdampak buruk ke negara-negara lainnya di kawasan tersebut.

Efeknya, euro masih belum sanggup berkecimpung jauh menurut posisi terlemahnya semenjak 21 April 2017.

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.