Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental USD/JPY Terpuruk, Huawei Di Blokir

USD/JPY Terpuruk, Huawei Di Blokir

37
0
BERBAGI

Ketertarikan efek pasar kembali lebih buruk pada perdagangan session Asia ini hari 9/Agustus, hingga pasangan mata uang USD/JPY sentuh posisi paling rendah 105.72.

 

Kecemasan tentang perang dagang bangun sesudah Gedung Putih diberitakan tunda pemberian lisensi buat perusahaan-perusahaan yang ingin melakukan bisnis dengan Huawei. Hal membuat beberapa pemain pasar keuangan global cemas China akan murka serta ambil aksi balasan.

 

Sesudah dimasukkanya telko China, Huawei, ke blacklist pemerintah AS, karena itu semua perusahaan AS harus mendapatkan ijin spesial untuk melakukan bisnis dengannya.

 

Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross menjelaskan jika faksinya sudah terima 50 keinginan dari perusahaan AS untuk melakukan bisnis dengan Huawei. Tetapi, Bloomberg memberikan laporan jika ketetapan AS tentang semua lisensi itu dipending sampai waktu yang belum dipastikan.

 

Beberapa investor serta ekonom makin cemas kalau-kalau perang dagang AS-China sudah masuk babak baru yang akan memunculkan kerusakaan semakin besar pada perekonomian global.

 

Pesimisme ini menyebabkan tindakan jual pada aset-aset yang dipandang beresiko tambah tinggi, sekaligus juga mengangkat nilai asset safe haven seperti Yen serta Gold.

 

Penghindaran efek akan kita alami untuk sesaat waktu, serta tanda-tanda terbesarnya ialah emas yang tidak tunjukkan sinyal sampai puncaknya, kata Yukio Ishizuki, seseorang ahli taktik forex di Daiwa Securities, Tokyo, seperti diambil oleh Reuters.

 

Sambungnya, Dalam hal aplikasi tempat, beberapa spekulan cukup begitu bullish pada Yen, tapi saya anggap beberapa orang merasakan nyaman menjaga short pada Dolar serta long pada Yen.

 

Selain itu, headline berita pagi mengatakan jika perkembangan Gross Domestic Product GDP Jepang untuk kuartal II/2019 tertera naik 0.4 % Quarter-over-Quarter.

 

Lajunya lebih rendah dibanding perolehan 0.6 % pada kuartal I, tapi melebihi harapan periode ini yang cuma 0.1 %. Perkembangan GDP Tahunan cuma alami penurunan dari 2.2 % jadi 1.8 %, bukanlah turun mencolok sampai 0.4 % seperti dikuatirkan oleh aktor pasar awalnya.

 

Pada umumnya, kondisi ini cukup memberi dukungan untuk berlanjutnya desakan bearish atas USD/JPY, atau paling tidak menjaga tempatnya di rata-rata paling rendah semenjak kejadian flash crash Desember 2018.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.