Beranda Analisa Forex Uji Coba Vaksin Corona Membuat Dolar AS Tertekan

Uji Coba Vaksin Corona Membuat Dolar AS Tertekan

51
0
BERBAGI

DXY terjepit ditengah-tengah sentimen pasar yang risk-on risk-off. Publikasi hasil analisa vaksin Corona oleh perusahaan bioteknologi Moderna di hari Selasa pernah meningkatkan tindakan jual Greenback.

Tetapi, Dolar AS masih tidak berhasil sembuh dalam perdagangan ini hari 20/5 walau beberapa ahli vaksin meragukan perkembangan analisa itu. Waktu kabar dicatat, DXY tertekan pada posisi 99.35.

Awalnya, publikasi hasil analisa vaksin virus Corona AS sudah menggerakkan mata uang-mata uang beresiko tinggi melesat bersama-sama ekuitas global.

Tetapi, reli yang didorong ketertarikan risk-on investor itu langsung ambyar sesudah beberapa ahli vaksin menanyakan hasil analisa Moderna. Hasil analisa awal dipandang kurang mencukupi untuk menunjukkan efektifikas vaksin itu.

Walau Moderna mengagetkan media, mereka ungkap amat sedikit info -dan umumnya yang diutarakan ialah beberapa kata, bukan data. Ini penting:

Bila Anda minta periset untuk membaca satu artikel jurnal, mereka akan meneliti tabel-tabel data, bukan pengakuan korporat.

Dengan cara ilmiah, angka bicara semakin keras dibanding beberapa kata,  tutur Helen Branswell dari STAT News.

Gara-gara penjelasan itu, bermacam pasangan mata uang mayor kehilangan momen sebelum breakout resistance paling dekat.

Tetapi, hal tersebut tidak lalu memberikan angin buat Dolar AS untuk rebound. Pasar malah kembali lagi berlaku wait-and-see waspada perubahan selanjutnya.

Satu kali lagi kita melihat reli awal sekitar perawatan virus prospek tidak berhasil menjaga momen karena pertanyaan berkepanjangan mengenai berapa lama perawatan akan dibutuhkan untuk bikin perkembangan relevan dalam pertarungan menantang COVID-19.

Meskipun Trump janji untuk buka perekonomian dengan atau tanpa ada vaksin, tidak ada kebimbangan jika gelombang ke-2 bisa menyebabkan kerusakan besar buat perekonomian atau pasar saham dengan cara global,  kata Joshua Mahony, analis pasar senior dari perusahaan sekuritas IG.

Disamping itu, pimpinan bank sentra AS, Jerome Powell, mengemukakan komitmennya untuk memakai semua instrumen kebijaksanaan yang ada untuk membendung perlambatan ekonomi.

Di akhir minggu kemarin, dia pernah menolak peluang pemotongan suku bunga AS ke kawasan negatif. Tetapi, testimoninya di hadapat Senat AS tempo hari simpan pesan tidak sama.

Program quantitative easing tetap jadi target utama The Fed untuk sekarang ini, tapi bank sentra nampaknya enggan tutup pilihan modifikasi suku bunga.

Ini ikut berperan pada memudarnya ketertarikan risk-on pasar sekarang ini, sekaligus juga menghambat usaha Greenback untuk bangun.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.