Beranda Analisa Forex The Fed Akan Terus Menjaga Rangsangan Moneter

The Fed Akan Terus Menjaga Rangsangan Moneter

52
0
BERBAGI

DXY berkonsolidasi pada rata-rata 99.35 dalam perdagangan ini hari 21/5. Greenback terlihat unggul pada sejumlah besar mata uang mayor ditengah-tengah semakin kurangnya ketertarikan efek pasar.

Disamping itu, notulen rapat kebijaksanaan bank sentra AS FOMC mengutarakan loyalitas The Fed untuk menjaga rangsangan moneter selama saat pemulihan ekonomi ke depan.

Dalam simpulan hasil rapat tanggal 29 April lalu, FOMC putuskan untuk menjaga program quantitative easing QE serta biarkan suku bunga masih dalam tenggang 0.00-0.25 %.

Notulen rapat yang baru dikeluarkan pagi hari barusan memperjelas selanjutnya jika kebijaksanaan moneter longgar semacam ini akan diresmikan sampai perekonomian sukses memupus efek epidemi.

Beberapa anggota rapat FOMC menulis jika mereka memprediksi akan menjaga rata-rata sasaran suku bunga.

jika perekonomian sudah melebihi peristiwa akhir ini serta ada dalam jalan untuk capai sasaran kestabilan harga serta ketenagakerjaan maximum yang dipastikan oleh Komite,  demikian dicatat dalam notulen itu.

Beberapa anggota FOMC setuju efek virus Corona akan benar-benar memberatkan perkembangan dalam periode pendek, serta akan bawa efek pengurangan lumayan besar pada outlook ekonomi dalam periode menengah.

Mereka memprediksi perkembangan akan naik kembali ke paruh ke-2 tahun ini, tapi pemulihan seutuhnya peluang belum berlangsung dalam tahun ini.

Beberapa anggota FOMC menyampaikan inspirasi kontrol kurva yield yield curve control untuk kebijaksanaan pilihan untuk menyokong perkembangan ekonomi. Namun, ini masih hanya wawasan.

Notulen menjelaskan juga jika beberapa anggota FOMC merekomendasikan supaya Komite mengemukakan tutorial suku bunga ke depan lebih eksplisit.

Suara notulen FOMC tidak mengagetkan, mengingat muatannya sebatas menguatkan pengakuan yang dikatakan oleh Ketua The Fed Jerome Powell di hari Selasa.

Dalam testimoninya di depan Komite Perbankan Senat, Powell menjelaskan jika faksinya memiliki komitmen untuk mengeluarkan semua piranti yang dipunyai buat menyokong perekonomian bersama-sama kebijaksanaan publik lain.

Pengakuan Powell itu sebetulnya bersuara bearish buat Dolar AS, sebab memantik kembali lagi pertaruhan sekitar peluang pemotongan suku bunga referensi ke bawah nol.

Namun, banyak negara lain sekarang ini sudah atau akan mengaplikasikan kebijaksanaan moneter ultra longgar, hingga dampak periode pendeknya untuk sementara kini tidak begitu besar buat Greenback.

Beberapa bank sentra lain, terutamanya Bank of Englad BoE, tengah diisukan akan mengaplikasikan suku bunga negatif.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.