Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Sterling Tertekan Sesudah Uni Eropa Izinkan Brexit Dipending

Sterling Tertekan Sesudah Uni Eropa Izinkan Brexit Dipending

27
0
BERBAGI

Poundsterling kembali tidak berhasil tembus posisi 0.3100 pada Dolar AS, sesudah beredarnya berita jika Uni Eropa menyepakati penundaan brexit sampai tanggal 31 Oktober akan datang.

 

Waktu berita ditulis pada awal session New York hari Kamis  11/4, pasangan GBP/USD melemah seputar 0.1 % ke sebesar 1.3075, sesaat EUR/GBP konstan pada sebesar 0.8610.

 

Seperti didapati, Perdana Menteri Inggris Theresa May sudah kirim permintaan untuk mengundurkan deadline brexit jadi 30 Juni. Tetapi, pihak Uni Eropa inginkan penundaan dalam jarak lebih lama dari peristiwa pemilu parlemen Eropa yang akan diadakan pada bulan Mei 2019.

 

Sesudah sudah sempat diisukan jika brexit akan dipending sampai 9 atau 12 bulan ke depan, pada akhirnya kedua pihak setuju untuk mengundurkan deadline saat 6 bulan ke tanggal 31 Oktober 2019.

 

Deadline brexit yang paling baru itu berbentuk fleksibel, dalam makna Inggris dapat keluar dari Uni Eropa setiap saat bila satu persetujuan bisa diraih bertambah cepat dari 31 Oktober.

 

Tetapi, kondisi itu malah dipandang menempatkan poundsterling dalam ketidakpastian yang semakin besar, sebab probabilitas No Deal Brexit masih tetap ada bila tidak ada persetujuan yang terwujud sampai 31 Oktober serta kelompok pelaku bisnis masih tidak memperoleh kejelasan tentang beberapa ketentuan usaha mendatang.

 

Tidak cuma itu. Inggris harus juga turut berperan serta dalam pemilu parlemen Eropa. Jika mereka tidak berhasil berperan serta, jadi Inggris dapat didepak paksa dari Uni Eropa pada tanggal 1 Juni.

 

Berita terburuk dari semua berita jelek, kata Helen Thomas dari Blonde Money. Menurut dia, penundana brexit kesempatan  menghapuskan desakan waktu untuk sampai satu ketetapan.

 

Tapi tidak menyiapkan cukuplah waktu untuk menjernihkan kondisi lewat penentuan umum awal di Inggris atau referendum ke-2.  tidak positif buat perekonomian Inggris, ataupun buat aset-aset Inggris dalam periode panjang.

 

Selain itu, Euro pun condong melemah dalam perdagangan  hari, dengan tempat EUR/USD turun tipis 0.1 % ke sebesar 1.260.

 

Tidak hanya sebab masih tetap pekatnya ketidakpastian politik yang dibawa oleh brexit, mata uang 19 negara itu pun dihimpit oleh kurangnya panduan kebijaksanaan baru dalam pengakuan bank sentra Eropa yang launching di hari Rabu kemarin.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.