Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Sterling Didera Volatilitas Tinggi

Sterling Didera Volatilitas Tinggi

40
0
BERBAGI

Semua pasangan mata uang yang terkait dengan Poundsterling alami volatilitas tinggi dalam perdagangan hari Selasa ini 12/3, karena tingginya ketidakpastian hasil voting brexit yang peluang akan didapati publik dalam beberapa saat ke depan.

 

Pasangan GBP/USD sudah sempat melompat 1 % pada session Asia, tapi lalu turun hampir 2 % pada session Eropa. Waktu berita ditulis, GBP/USD telah mulai bergerak kembali serta diperjualbelikan pada posisi 1.3132.

 

Kenaikan Poundsterling pada session Asia dilatarbelakangi oleh pengakuan Perdana Menteri Theresa May jika pihaknya sudah sukses mengupdate pasal-pasal berkaitan perbatasan Irlandia dalam draft persetujuan brexit, selesai negosiasi panjang dengan Uni Eropa.

 

Akan tetapi, perincian pembaharuan itu rupanya tidak memberi dukungan ratifikasi draft persetujuan brexit ini di parlemen Inggris.

 

Jaksa Agung Inggris, Geoffrey Cox, mengutarakan jika pembaharuan itu tidak mengeliminasi resiko paling besar yang di kuatirkan oleh tim anti-Uni Eropa, yaitu peluang Inggris akan terjerat dalam pabean tunggal Uni Eropa untuk selama-lamanya. Komentar pengacara sangat senior di Inggris itu membuat beberapa pihak resah.

 

Jubir partai DUP memberikan indikasi peluang untuk menampik draft itu, disusul oleh jubir tim anti-Uni Eropa dari partai Konservatif. Berarti, PM Theresa May hampir tentu takkan mendapatkan suport dari anggota parlemen dalam koalisinya sendiri, sedang anggota parlemen dari partai oposisi jelas akan menolaknya.

 

Dengan begitu, investor serta trader masih tetap pasang tempat wait and see menantikan hasil voting yang akan diselenggarakan malam hari ini. Bilamana draft yang diserahkan oleh Theresa May nyatanya di setujui, jadi Inggris akan keluar dari Uni Eropa pada 29 Maret.

 

Akan tetapi, jika draft itu tidak di setujui, jadi parlemen Inggris peluang membuat voting kembali di hari tanggal 14 Maret yang akan datang.

 

Beberapa data ekonomi berefek tinggi sudah launching Inggris pada sore hari ini, termasuk juga Gross Domestic Product GDP, produksi industri, produksi manufaktur, serta neraca perdagangan.

 

Akan tetapi, akhirnya condong bermacam serta diacuhkan oleh aktor pasar. GDP tumbuh 0.5 % Month-over-Month sesuai dengan harapan, produksi industri serta manufaktur melesat, sesaat neraca perdagangan Inggris kembali lagi alami pembengkakan defisit pada bulan Januari 2019.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.