Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Poundsterling Menurun Ke 1.3000, Theresa May Kehilangan Suport

Poundsterling Menurun Ke 1.3000, Theresa May Kehilangan Suport

22
0
BERBAGI

Poundsterling menurun ke posisi 1.3000 pada Dolar AS, bersamaan dengan isu jika Theresa May sudah kehilangan suport yang bisa membantunya dalam ratifikasi draft persetujuan Brexit serta mengukuhkan tempatnya menjadi perdana menteri Inggris.

 

Pasangan GBP/USD diperdagangan di posisi 1.2996, pasangan EUR/GBP melejit 0.30 % ke posisi 0.8652. Sesuai data paling baru yang launching oleh alat Inggris The Times, PM May sudah tidak berhasil mendapatkan konsesi penambahan untuk menguatkan draft persetujuan Brexit yang tengah diaturnya.

 

Oleh karenanya, dia seharusnya tunda gagasan voting atas draft itu yang sedianya akan diselenggarakan pada tanggal 12 Maret di Parlemen Inggris.

 

Alat The Telegraph pun menyampaikan kabar jika PM May sekarang ini tengah melawan desakan supaya dia mengundurkan diri. Bahkan juga, menurut The Telegraph, tempat May saat ini cuma di dukung oleh dua menteri dalam kabinetnya.

 

Sekarang, kita kembali dalam keadaan di mana kita tidak dapat meniadakan peluang ‘Hard Brexit’ pada tanggal 29 Maret sedang pendapat jika hanya satu langkah buat May untuk memenangi nada buat draft yang diajukannya ialah bila dia janji untuk mengundurkan diri, mempunyai dampak ketidakpastian pada GBP, kata Ray Attril, pimpinan ahli taktik forex di NAB.

 

Bloomberg, berlangsung penurunan mencolok atas poundsterling pada session Asia sebab terpicunya Stop Loss berlapis serta kurangnya likuiditas. Diluar itu, pasangan GBP/JPY pun dirundung tindakan jual sebab tingginya sentimen risk-off mendekati voting atas draft persetujuan Brexit dalam minggu ini.

 

Parlemen Inggris akan melakukan voting atas draft yang diserahkan oleh PM Theresa May di hari Selasa besok. Jika draft itu tidak diterima oleh sebagian besar anggota parlemen, jadi parlemen akan mengadakan voting selanjutnya di hari Kamis, di mana mereka dapat meratifikasi penundaan deadline keluarnya Inggris dari Uni Eropa sampai jauh sesudah 29 Maret.

 

Sebagian Besar ahli meramalkan jika draft persetujuan akan tidak diterima serta Parlemen Inggris akan menyepakati penundaan deadline Brexit. Akan tetapi, sudah didapati jika lama penundaan cuma dapat dipastikan oleh Uni Eropa, hingga ketetapan seperti itu akan mengantar Poundsterling masuk dalam jurang ketidakpastian kembali.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.