Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Poundsterling Menguat Bersamaan Laporan GDP

Poundsterling Menguat Bersamaan Laporan GDP

25
0
BERBAGI

Pasangan mata uang GBP/USD sudah sempat melejit lebih dari 0.2 % ke posisi 1.2495 dalam perdagangan session Eropa hari Rabu ini 10/7, selesai publikasi data perkembangan ekonomi bulan Mei 2019 yang melebihi harapan.

 

Tetapi, kenaikan direncanakan terbatas saja, sebab pemulihan pergerakan perkembangan berbentuk sesaat serta kegiatan produksi terus melemah. Waktu berita dicatat, Pound sudah jatuh kembali pada posisi 1.2465 pada Dolar AS, dekat level terendahnya semenjak awal bulan Januari.

 

Berdasar laporan Office for National Statistics ONS, pergerakan GDP Mei 2019 sampai 0.3 % Month-over-Month, sesuai harapan pasar sekaligus juga menyeimbangi rekor -0.4 % yang tertera untuk periode April.

 

Pergerakan Monthly GDP 3M/3M Change bahkan juga melompat 0.3 %, melebihi harapan yang cuma 0.1 % saja. Berita itu spontan disikapi positif oleh beberapa spekulan.

 

Tetapi, beberapa analis mewanti-wanti investor jika prediksi perkembangan ekonomi Inggris sampai akhir tahun ini masih suram.

 

Ketidakpastian yang diakibatkan oleh gagasan brexit serta instabilitas politik sudah menggerakkan beberapa pelaku bisnis untuk memperhitungkan lagi gagasan ekspansi serta kegiatan produksi mereka, hingga beberapa bidang industri alami pelemahan.

 

Hal ini terlihat dalam data produksi manufaktur yang diterbitkan hampir bertepatan dengan GDP. Laporan tunjukkan perkembangan sebesar 1.4 % Month-over-Month saja pada bulan Mei 2019, walau sebenarnya awalnya diinginkan cetak kenaikan 2.2 %.

 

Dengan latar makro yang masih suram, bagaimana GDP Inggris dapat alami penambahan pada bulan Mei lalu? Perbaikan data itu diduga terkait dengan beberapa produsen otomotif Inggris yang kembali bekerja normal sesudah sudah sempat ditutup untuk pemeliharaan seputar agenda deadline brexit awalnya 29 Maret serta 12 April.

 

Sebaliknya, signal ekspansi justru minim sebab berkepanjangannya ketidakpastian. Bahkan juga kalau Inggris sukses pilih perdana mentri baru untuk gantikan Theresa May dengan lancar, kacau berkaitan brexit peluang belum teratasi dengan maksimal. Searah dengan adanya ini, desakan pada Poundsterling direncanakan selalu bersambung.

 

Seperti diutarakan oleh Mathias Van der Jeugt dari KBC Markets Brussels, Sterling terus-terusan bergumul dengan rintangan susah untuk naik, sebab ketidakpastian politik, signal pendinginan perekonomian Inggris, serta beberapa faktor teknikal semua setuju menantang mata uang Inggris ini.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.