Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Poundsterling Anjlok Pengaruh Laju GDP Inggris

Poundsterling Anjlok Pengaruh Laju GDP Inggris

23
0
BERBAGI

Pasangan GBP/USD turun lebih dari 0.5 % serta cetak rekor paling rendah baru tahun ini iposisi 1.2056 memasuki sesi perdagangan session Eropa 9/8.

 

Laporan Gross Domestic Product preliminer Inggris tampilkan angka negatif untuk kali pertamanya semenjak tahun 2012, hingga memantik kecemasan pasar tentang prospek krisis di negerinya Ratu Elizabeth II ini. GBP/JPY turun 0.75 % ke rata-rata 127.70, sesaat EUR/GBP naik 0.6 % ke rata-rata 0.9274.

 

UK Office for National Statistics ONS memberikan laporan jika perkembangan GDP Inggris kuartal II/2019 turun 0.2 % QoQ, walau awalnya direncanakan akan statis 0 %. Penurunan perkembangan kuartalan menyebabkan pergerakan GDP tahunan roboh dari 1.8 % jadi 1.2 % YoY.

 

GDP alami kontraksi di kuartal ke-2 untuk kali pertamanya semenjak tahun 2012, sesudah mencatat perkembangan kuat di kuartal pertama.

 

Output manufaktur jatuh sesudah memulai tahun ini dengan sempurna sebab produksi dimajukan mendekati tanggal mundurnya Inggris dari Uni Eropa, tegas Rob Kent-Smith, Sektor konstruksi yang bergerak menurun sesudah kenaikan diawalnya tahun, sesaat bidang layanan yang umumnya menguasai hampir tidak mencatat perkembangan benar-benar.

 

Rangkaian data ekonomi lain dari Inggris diciptakan negatif dalam laporan ini hari. Produksi manufaktur tertera -0.2 % MoM, walau sebenarnya direncanakan cuma -0.1 %. Produksi industri bulanan dikit lebih baik dibanding harapan, tapi perkembangan tahunannya -0.6 % versus harapan -0.2 %.

 

Keseluruhannya, data-data GDP serta pelengkapnya tunjukkan tanda-tanda krisis yang cukup kuat. Ditambah lagi bermacam efek politik masih membuntuti Inggris mendekati deadline brexit tanggal 30 Oktober akan datang.

 

Kontraksi kegiatan ekonomi sepanjang kuartal ke-2 itu mencemaskan, tapi sejumlah besar karena beberapa faktor sesaat saja. Perkembangan sudah didesak oleh penurunan persediaan serta aksi pabrikan otomotif merubah penutupan musiman mereka, kata Alpesh Paleja dari CBI.

 

Meskipun begitu, hasil survey usaha CBI memberikan indikasi jika momen perkembangan masih minim. Menurut Paleja, kegiatan usaha sudah dicekik oleh gabungan perkembangan global yang lebih lamban serta ketidakpastian brexit.

 

Hasilnya, sentimen usaha sangat buruk. Kondisi ini tetap bersambung bila pemerintah Inggris tidak berhasil ambil beberapa langkah yang pas dalam beberapa waktu ke depan.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.