Beranda Analisa Forex Pound Turun, Sentimen Investor Diprediksi Terkoreksi

Pound Turun, Sentimen Investor Diprediksi Terkoreksi

50
0
BERBAGI

Pasangan mata uang GBP/USD turun lebih dari pada 0.8 % ke rata-rata paling rendah 1.2630-an dalam perdagangan ini hari 11/6.

Euro sukses unggul hampir 1 % versi Pound, sesaat GBP/JPY terjerumus seputar 1.25 % ke rata-rata 134.80-an.

Keadaan ini terkait dengan menyebarnya sentimen risk-off di pasar global yang dipacu oleh pengakuan hasil rapat kebijaksanaan bank sentra AS Federal Reserve.

Pagi hari barusan, The Fed mengutarakan prediksi ekonomi yang benar-benar negatif.

Momen itu menggerakkan keuntungan-taking di bursa saham global serta tindakan jual pada mata uang-mata uang high risk, termasuk juga Poundsterling.

Disamping itu, ada unsur penambahan yang condong mendesak mata uang negerinya Ratu Elizabeth II ini.

Ahli taktik dari perbankan investasi terpenting asal Prancis, Kredit Agricole, menjelaskan jika outlook Pound pada Dolar AS dapat makin lebih buruk dalam periode pendek karena pengurangan sentimen investor.

Disebut juga jika Pound masih riskan hadapi perubahan setelah itu dari meja perundingan dagang Inggris-Uni Eropa.

Dengan pergolakan sosial di AS mulai surut, kami memprediksi akan berlangsung eskalasi kemelut perdagangan AS-China dalam beberapa waktu ke depan.

Ini dapat memberatkan ketertarikan efek serta GBP, sambil tingkatkan daya tarik safe haven dari USD, tutur Valentin Marinov dari Crédit Agricole.

Marinov memberikan tambahan lagi dalam catatan untuk client-nya, GBP masih ringkih serta kami memprediksi desakan untuk mata uang ini akan bertambah dari mulai saat ini.

Dalam ini, kami memprediksi 18 Juni menjadi tanggal penting yang bisa jadi titik vokal buat sentimen bearish GBP.

Berdasar pidato beberapa negosiator akhir minggu lalu, didapat simpulan jika Inggris serta Uni Eropa akan meneruskan negosiasi sampai akhir tahun ini dengan agenda yang semakin fleksibel.

Namun, Marinov memandang kecemasan pasar berkaitan negosiasi dagang belum betul-betul menghilang.

Dengan cara spesial, ada dua momen utama pada tanggal 18 Juni yang bisa memengaruhi kurs GBP.

Pertama, tatap muka tingkat tinggi beberapa pimpinan Uni Eropa untuk memperhitungkan perkembangan dalam perundingan brexit.

Ke-2, rapat kebijaksanaan bank sentra Inggris BoE dimana mereka diprediksikan akan memberitahukan ekstensi quantitative easing QE atau membahas wawasan suku bunga negatif.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.