Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Pound Menguat Mendekati Voting Brexit

Pound Menguat Mendekati Voting Brexit

23
0
BERBAGI

Dalam perdagangan hari ini Pound bergerak naik memasuk sesi awal Eropa Selasa 12/03/2019 sesudah Theresa May mengamankan pergantian menit paling akhir dari Uni Eropa untuk persetujuan Brexitnya sebelum pengambilan suara terpenting di parlemen yang akan datang.

 

Pergerakan Pound menguat sebesar 0,6% di $ 1,3230, dari kenaikannya saat dua hari jadi lebih dari 1,5%. Euro jatuh ke posisi paling rendah pada pound semenjak Mei 2017 di 0,8471, sebelum dikit memulihkan kerugian. Paling akhir di 0,8521, turun 0,3%.

 

Sesuai keterangan dari Jean Claude Juncker sepakat untuk agunan penambahan dalam persetujuan Brexit diperbaharui dengan Theresa May hari Senin.

 

Poundsterling, yang naik mendekati perbincangan pada Mei serta Juncker, perpanjang kenaikan dengan keinginan pergantian mungkin cukup untuk memengaruhi beberapa anggota parlemen Inggris yang memberontak yang sudah meneror akan menggagalkan gagasan Mei kembali pada hari Selasa. Anggota parlemen yang tidak sepakat belum juga menjelaskan apa mereka akan beralih pikiran.

 

Kesempatan yang lebih rendah untuk keluar dari UE tiada persetujuan Brexit bisa menolong menyuntikkan beberapa sentimen bullish ke pasar ekuitas dengan menghilangkan satu diantara tiga kecemasan penting investor global, di samping perdagangan serta perlambat perkembangan global, kata Greg McKenna, pakar taktik di McKenna Macro .

 

Ambil Brexit dari meja serta saya fikir beberapa saluran uang riil yang nampaknya sudah muncul akhir minggu lalu peluang akan ada kembali. Jadi saya fikir itu menolong dikit merubah latar belakang, tuturnya.

 

Mata uang Euro, yang sudah berusaha belakangan ini sebab tanda dovish dari Bank Sentra Eropa, temukan ukuran suport pada dolar pada berita Brexit.

 

Laju Euro hari ini menguat 0,2% hari ini di $ 1,1272 EUR / USD. Dalam tempat lainnya, dolar AS masih ada dalam rata-rata perdagangan yang akrab sebab investor lihat ke depan pada angka inflasi Februari yang akan launching.

 

Laporan hari Senin tunjukkan penjualan ritel AS menguat secara moderat bulan Januari, terangkat oleh penambahan pembelian sejumlah bahan bangunan serta pengeluaran diskresioner.

 

DXY, yang mengukur kemampuan Dolar AS terhadap mata uang pesaingnya, menurun sebesar 0,25% pada 96,93. Akan tetapi, dolar tertempel pada 0,2% pada yen Jepang jadi 111,38 di belakang meningkatnya permintaan resiko.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.