Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Perbedaan FOMC Tahun 2018 Dan Dampaknya Terhadap Dolar AS?

Perbedaan FOMC Tahun 2018 Dan Dampaknya Terhadap Dolar AS?

280
0
BERBAGI

Pada artikel terlebih dulu : sesuai apa Perubahan FOMC di tahun 2018 serta Efeknya Untuk Dolar AS? (Sisi 1), kita lihat susunan beberapa petinggi tinggi Federal Reserve yang juga akan mengemudikan jalannya operasi bank sentral itu. Juga akan terdapat banyak perubahan tempat di badan dewan The Fed, ada yang tak akan diambil serta ada yang juga akan pensiun.

Disamping itu, Richmond Fed masih tetap butuh menunjuk yang akan menjadi pengganti Jeffrey Lacker yang mengundurkan diri pada bulan April serta NY Fed butuh mencari pengganti William Dudley yang merencanakan untuk pensiun pada pertengahan 2018.

Terkecuali kursi yang lowong di Richmond Fed, masih tetap ada 4 lowongan di Dewan Gubernur. Bulan ini, Trump melihat ekonom Marvin Goodfriend untuk masuk ke satu diantara lowongan itu.

 

Dia yaitu seseorang ekonom moneter yang dihormati beberapa orang serta bekas pembuat keputusan di Richmond Fed yang suka pada sasaran inflasi serta tingkat bunga negatif yang lebih ketat dari pada pelonggaran kuantitatif.

 

Ada perbincangan yang berkembang di pasar kalau Gedung Putih tengah memperhitungkan Richard Clarida (managing director PIMCO NY), Lawrence Lindsay  serta John Taylor (pakar ekonomi terpenting) untuk jabatan itu. Bila isu itu benar, jadi cuma ada di tempat di Dewan Gubernur yang butuh di isi terkecuali calon pengganti untuk presiden NY Fed serta Richmond Fed.

Sebagian nama sudah dilontarkan untuk tempat Wakil Ketua yang selama ini tak ada calon yang mempunyai pengalaman pada pembuatan kebijakan moneter dengan segera.

Untuk anggota yang di konfirmasi, pasar sudah tahu kalau pandangan Powell serta Dudley serupa dalam incaran Yellen. Pasar juga paham kalau Brainard yaitu petinggi yang dovish, Quarles gabung sebagian besar pada pertemuan paling akhir waktu The Fed menambah suku bunga ke-3 di tahun 2017, sedang Mester, Williams serta Bostic terlihat sedikit lebih hawkish dari pada dovish.

Sesuai keterangan dari Kathy Lien oleh  BK Asset Management, terkecuali bila petinggi dovish dinominasikan untuk sisa lowongan yang ada, bank sentral AS juga akan cenderung lebih hawkish pada tahun 2018.

Pasar cuma memprediksi satu kenaikan suku bunga The Fed tahun depan dengan peluang 65 % untuk kenaikan sebesar 25 basis point ke-2 berlangsung dalam 12 bulan ke depan.

 

Hal semacam ini tunjukkan kalau beberapa investor kurang percaya pada langkah pengetatan yang juga akan di ambil The Fed terlebih karena beberapa pembuat kebijakan bank itu sudah membahas kenaikan 2 hingga 4 kuartalan.

Bila ekonomi AS selalu berkembang seperti banyak keinginan tahun depan, menurut Lien pasar juga akan sesuaikan harapan kenaikan untuk suku bunga The Fed serta ini semestinya punya potensi positif untuk greenback.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.