Beranda Analisa Forex NZD Menurun, Pengangguran Semakin Bertambah

NZD Menurun, Pengangguran Semakin Bertambah

111
0
BERBAGI

Dolar New Zealand condong lesu dalam perdagangan session Asia ini hari 6/11, karena laporan ketenagakerjaan yang lebih jelek dibanding perkiraan awal.

Pasangan NZD/USD tersuruk di posisi 0.6375 dekat rekor paling rendah satu pekan. AUD/NZD menjaga tempat paling tinggi satu pekan pada posisi 1.0820.

Tetapi, Kiwi didukung oleh berita baik mengenai persetujuan dagang AS-China, hingga aktor pasar masih ragu-ragu untuk lakukan tindakan jual lebih santer.

Badan Statistik New Zealand memberikan laporan jika pergantian ketenagakerjaan Employment Change cuma bertambah 0.2 % Quarter-over-Quarter pada kuartal III/2019.

Perolehan ini tambah lebih rendah daripada prestasi 0.8 % pada kuartal ke-2, dan meleset dari perkiraan yang dibanderol pada 0.3 %.

Sesuai dengan ketenagakerjaan yang sama, tersingkap juga jika tingkat pengangguran bertambah mencolok dari 3.9 % jadi 4.2 %.

Walau sebenarnya, aktor pasar awalnya cuma menghadapi kenaikan pengangguran sampai 4.1 % saja. Ini langsung mengubah prediksi kebijaksanaan bank sentra New Zealand RBNZ.

Thomas Westwater dari DailyFX mencatat, Tingkat pengangguran untuk New Zealand bertambah jadi 4.2 % versi harapan 4.1 %,.

Menyebabkan Dolar New Zealand melemah sebab pasar lihat kesempatan semakin besar untuk pemotongan suku bunga dalam rapat RBNZ minggu kedepan buat sediakan stimulus selanjutnya buat perekonomian.

Penentuan harga di pasar overnight swap bertambah jadi 62.3 % dari 54.4 % sebab data itu, mencerminkan ketimpangan di antara pelemahan pasar tenaga kerja serta sasaran RBNZ untuk menjaga pasar tenaga kerja yang sehat.

Lepas dari data domestik itu, tempat Dolar New Zealand serta mata uang-mata uang komoditas lain masih disangga oleh prospek tercapainya persetujuan dagang AS dengan China dalam tempo dekat.

China adalah tujuan export penting buat New Zealand, hingga pemulihan ekonominya akan berefek positif serta mengentaskan kecemasan mengenai perlambatan ekonomi global.

Bloomberg memberikan laporan jika Beijing bersedia mengendalikan perjalanan Presiden Xi Jinping ke AS untuk tanda-tangani persetujuan dagang fase-1.

Berita ini dikeluarkan hampir bertepatan dengan laporan Financial Times yang mengatakan jika Gedung Putih sedang memperhitungkan untuk mencabut biaya import yang diaplikasikan buat produk China tersendiri.

Menyikapi ke-2 berita itu, investor serta trader langsung melepas mata uang safe haven serta beli comdoll.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.