Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental NFP Mengkhawatirkan, Dolar AS Tertekan

NFP Mengkhawatirkan, Dolar AS Tertekan

20
0
BERBAGI
Petugas menata tumpukan uang dolar AS di Cash Center Bank Mandiri, Jakarta, Rabu (18/4). Bank Indonesia mencatat total utang luar negeri Indonesia per Februari 2018 berada pada posisi 356,23 miliar dolar AS atau naik 9,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang terdiri atas utang pemerintah dan bank sentral sebesar 181,4 miliar dolar AS dan utang swasta sebesar 174,8 miliar dolar AS. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/ama/18.

Dalam perdagangan hari ini Dolar AS melemah terhadap mata uang pesaingnya hari Jumat sebab data tunjukkan beberapa entrepreneur AS mempekerjakan pekerja tambah lebih dikit dari prediksi beberapa ekonom pada bulan Februari.

 

Selain itu, euro rebound dari posisi paling rendah 20-bulan berkaitan dengan pergeseran dovish Bank Sentra Eropa ECB pada session perdagangan awal mulanya.

 

Sedang krona Swedia jatuh ke posisi paling rendah 16 tahun sebab Riksbank masuk dengan bank sentra yang lain di Eropa serta Kanada dalam mengambil pandangan yang waspada.

 

Dolar AS sangat terpaksa melepas beberapa kenaikan sehari paling besar dalam hampir tujuh bulan yang dicapai di hari Kamis waktu ECB serta bank sentra yang lain menyaratkan mereka mungkin akan memompa semakin banyak stimulus, baik dengan beli semakin banyak asset atau turunkan suku bunga untuk menolong kesusahan ekonomi lokasi/negara semasing.

 

Beberapa traders jual beberapa dolar AS sesudah tampak kenaikan 20.000 pekerjaan dalam upah domestik bulan lalu, tambah lebih dikit dari 180.000 yang diprediksikan beberapa analis yang disurvei oleh Reuters.

 

Tapi beberapa traders jadi bingung sesudah lihat tingkat pengangguran AS turun kembali dibawah 4 % serta penghasilan rata-rata /jam bertambah sebesar 0,4 %.

 

Peter Ng, memiliki pendapat jika dolar AS cuma alami desakan mudah, tidak tampak jelek saat lihat detail dari data yang launching di hari Jumat itu.

 

Walau di session itu tertekan, indeks dolar AS masih membuahkan kenaikan mingguan sebab awal mulanya berlangsung tindakan jual menegangkan pada euro di hari Kamis saat ECB mengemukakan putaran baru utang murah ke perbankan Eropa serta tunda gagasannya untuk meningkatkan suku bunga sampai ke tahun 2020.

 

Euro yang berakhrnaik 0,34 % jadi $1,1232 di akhir session Jumat, rebound dari posisi paling rendah 20-bulan di $1,11777 yang diraih di hari Kamis. Kenaikan di session Jumat kurangi kerugian mingguan euro pada dolar AS jadi 1,17 %.

 

Diantara mata uang G10 yang lain, krona Swedia menyerah pada desakan jual selanjutnya, sampai 9,4890 per dolar AS di hari Jumat, terlemah semenjak Agustus 2002. Mata uang itu menyentuh 10,6465 per euro, yang paling akhir tampak Agustus kemarin.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.