Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Naiknya AUD Akibat Depresiasi Dolar AS

Naiknya AUD Akibat Depresiasi Dolar AS

31
0
BERBAGI

Pasangan AUD/USD sudah sempat cetak kenaikan sampai rekor paling tinggi harian 0.6988 dalam perdagangan 11/7. Tetapi, tempatnya sudah terkoreksi sampai 0.6980.

 

Dolar Australia melemah sampai 0.2 % ke  1.045 versi Dolar New Zealand, sebab tingginya harapan pasar pada pemotongan suku bunga Australia.

 

Data utang perbankan Australia yang dikeluarkan pada session Asia tunjukkan kontraksi sebesar 1.7 % untuk periode Mei 2019, walau sebenarnya awalnya diinginkan akan ekspansi 0.5 %. Perkembangan utang perumahan Home Loans flat 0 % dalam periode yang sama, sesudah turun 1.2 % pada bulan awalnya.

 

Efek serangkaian data yang memberikan indikasi masih lemasnya investasi usaha Australia itu menguatkan harapan pasar akan peluang pemotongan suku bunga penambahan dari Reserve Bank of Australia dalam beberapa waktu ke depan.

 

Meskipun begitu, dampaknya dalam periode pendek diredam oleh headline tentang testimoni ketua Federal Reserve, Jerome Powell.

 

Dalam testimoninya, pimpinan bank sentra Amerika Serikat itu memerincikan kekhawatirannya tentang eskalasi intimidasi perang dagang serta pelemahan inflasi pada keadaan ekonomi.

 

Perincian itu dimengerti oleh investor serta trader jadi alasan buat bank sentra untuk memangkas suku bunga dalam rasio tambah tinggi dibandingkan harapan sekarang ini.

 

Aila Mihr, analis senior dari Danske Bank, mencatat, Testimon dari pimpinan Fed Powell memverifikasi jika aksi Fed setelah itu pelonggaran kebijaksanaan moneter.

 

Dalam dengar gagasannya, Powell menekanakn jika ketidakpastian semenjak rapat kebijaksanaan Juni terus meredupkan outlook ekonomi AS serta efek perang dagang membuntuti pasar tenaga kerja.

 

Sebab suara yang dovish itu, pasar mulai mempertimbangkan kembali probabilitas pemotongan suku bunga sebesar 50 basis point di akhir bulan ini.

 

Sekarang ini, ada probabilitas 100% buat pemotongan suku bunga Fed sebesar 25 basis point, serta 30% probabilitas pemotongan sebesar 50 basis point.

 

Bias dovish yang kuat semacam ini berefek negatif pada nilai ganti, hingga Dolar AS juga hadapi tindakan jual massal dalam perdagangan session Asia serta Eropa.

 

Tetapi, Powell akan hadiri dengar opini hari ke-2 malam nanti. Jika dia mengubah suara gagasannya, karena itu aktor pasar kemungkinan lakukan rekonsilasi juga.

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.