Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Mengantisipasi Imbas Lockdown, Pasar Acuhkan Peningkatan Inflasi Australia

Mengantisipasi Imbas Lockdown, Pasar Acuhkan Peningkatan Inflasi Australia

74
0
BERBAGI

Pasangan mata uang AUD/USD terbenam pada range 0.7340-an dalam perdagangan hari Rabu ini 28/7/2021, walau launching data inflasi kuartalan Australia memperlihatkan beberapa angka yang melebihi harapan.

Aktor pasar meragukan outlook Aussie karena usaha pemerintahnya dalam membendung wabah COVID-19 dicemaskan malah memacu pelambatan ekonomi pada kwartal ke-3 tahun ini.

Pasar Acuhkan Peningkatan Inflasi Australia

Australian Bureau of Statistics ABS barusan pagi memberikan laporan jika CPI tumbuh 0.8 % Quarter over Quarter pada kwartal ke-2 tahun 2021.

Prestasi ini melewati perkembangan inflasi pada era sebelumnya, sekalian melampaui prediksi kesepakatan.

Perkembangan CPI tahunan bertambah dari 1.1 % jadi 3.8 % Year on Year. Sayang, peningkatan inflasi diperkirakan terkait dengan peningkatan harga minyak yang memiliki sifat volatile.

Di lain sisi, beberapa ekonom memprediksi bank sentra Australia RBA akan mengganti sikapnya jadi lebih dovish.

Bukannya meneruskan tapering dengan mengurang program pembelian obligasinya kembali di bulan September, RBA peluang akan menjaga stimulan moneter dalam waktu semakin lama.

Pertaruhan ini menenggelamkan kurs dollar Australia pada bermacam mata uang lain. AUD/USD terkurung pada bentang paling rendah semenjak bulan Desember 2020.

Sedangkan pasangan AUD/NZD kesusahan bergerak keluar bentang paling rendah enam bulannya. Pound terus membumbung versi dollar Australia.Aktor pasar selanjutnya akan mengawasi rapat peraturan RBA di tanggal 6 Agustus kedepan.

Sorotan khusus akan terpusat pada tanggapan RBA pada ramainya lockdown di pusat-pusat ekonomi Australia, dan apa imbas ekonomi dari lockdown itu akan memaksakan RBA untuk mengganti prediksi ekonomi dan gagasan peraturan di depan.

Beberapa ekonom di Westpac memprediksi ekonomi Australia akan kontraksi sekitaran 0.7 % pada kwartal ke-3 . Pelambatan paling kronis dirasakan oleh New South Wales yang kemungkinan terkontraksi sekitaran 3.1 %.

Bukti dari data partial jika Australia bergerak ke arah kontraksi pada kwartal September peluang akan memacu support stimulan selanjutnya dari kewenangan pajak dan moneter, ungkapkan Bill Evans, Kepala Ekonom Westpac.

Westpac memprediksi RBA cuman akan tunda tapering tahapan selanjutnya. Sedang ekonom dari NAB menjelaskan jika RBA peluang tidak umumkan tapering kelanjutan di pertemuan Juli, tetapi di pertemuan Agustus.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.