Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Mata Uang Euro Bergerak Naik, Sterling dan Dolar AS Menurun

Mata Uang Euro Bergerak Naik, Sterling dan Dolar AS Menurun

21
0
BERBAGI

Mata uang Euro mencatat penguatan harian seputar 0.22 pada posisi 1.1270 pada Dolar AS, waktu masuk session perdagangan AS hari Selasa 12/3.

 

Walau tidak ada katalis data berefek tinggi dari lokasi Euro yang diskedulkan launching, tapi mata uang ini sukses kuat karena pelemahan Poundsterling serta Dolar AS.

 

Waktu berita ditulis, pasangan EUR/GBP sudah melejit seputar 1 % karena tingginya ketidakpastian hasil voting berkaitan brexit yang akan diselenggarakan nanti malam.

 

Minggu lantas, Euro sudah sempat jatuh tajam saat pengumuman kebijaksanaan moneter baru bank sentralnya ECB. Buruknya laporan ekonomi Jerman, negara ekonomi paling besar, pun ikut memberatkan Euro.

 

Meskipun begitu, desakan bearish mulai berkurang sebab besarnya tindakan jual pada Sterling semenjak awal minggu ini.

 

Sterling sudah sempat kuat pada session Asia sebab pengakuan Theresa May jika pihaknya sudah sukses mengupdate pasal-pasal berkaitan perbatasan Irlandia dalam draft persetujuan brexit, selesai negosiasi panjang bersama Uni Eropa.

 

Akan tetapi, perincian pembaharuan itu rupanya tidak memberi dukungan ratifikasi draft persetujuan brexit ini dalam parlemen Inggris. Pada saat voting di parlemen Inggris nanti malam, masih tetap ada peluang draft itu tidak diterima, hingga Sterling kembali dalam ketidakpastian.

 

Selain itu, Dolar AS melemah sesudah US Bureau of Labor Statistics memberikan laporan jika Core Consumer Price Index Core CPI cuma alami kenaikan sebesar 0.1 % MoM dalam bulan Februari 2019, berubah bertambah 0.2 % sesuai dengan ekpektasi.

 

Keseluruhannya, data-data itu mengonfirmasi ketetapan beberapa petinggi Federal Reserve untuk tidak mengubah suku bunga dalam tahun ini.

 

Ke depan, beberapa investor serta trader Euro butuh selalu memerhatikan perubahan brexit. Bila parlemen Inggris menyepakati draft persetujuan yang disodorkan oleh PM May, jadi Sterling peluang kuat, sedang Euro bisa jadi melemah.

 

Demikian juga demikian sebaliknya. Diluar itu, perubahan baru tentang negosiasi perdagangan Amerika Serikat serta China dapat juga merubah mata uang ini di dalam kurangnya launching data ekonomi baru dari lokasi Euro, sebab permasalahan itu sudah berefek besar pada dinamika ekonomi Jerman.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.