Beranda Analisa Forex Laporan PMI Inggris Melebih Harapan, Sterling Lesu

Laporan PMI Inggris Melebih Harapan, Sterling Lesu

60
0
BERBAGI

Pasangan GBP/USD tertatih-tatih di rata-rata 1.2210-an dalam perdagangan session Eropa ini hari 21/5.

Sterling tampilkan bias bearish yang lumayan kuat, walau laporan Purchasing Managers’ Index PMI untuk bagian manufaktur serta layanan memperlihatkan performa lebih bagus dari harapan.

IHS Markit memberikan laporan hasil survey PMI untuk bagian manufaktur alami peningkatan dari 32.6 jadi 40.6 pada periode Mei 2020, lebih bagus daripada perkiraan yang dibanderol pada 35.1.

Bagian layanan yang meliputi lebih dari pada 80 % perekonomian Inggris, sukses naik dari 13.4 jadi 27.8 versi perkiraan 24.1.

Lepas dari perbaikan serta keunggulan performa ke-2 indeks itu, pantas untuk jadi perhatian jika score semasing masih ada di bawah tingkat 50.0.

Tingkat 50.0 adalah batas pembatas di antara situasi kontraksi serta ekspansi. Tempat indeks jauh di bawha 50.0 menyaratkan pemulihan ekonomi belum berlangsung dalam tempo dekat.

PMI Inggris menulis perbaikan menonjol pada Mei, rebound dari keruntuhan ke rekor paling rendah yang berlangsung pada bulan April,  kata Nikesh Sawja, seorang ekonom dari Lloyds Bank.

Tetapi, penting diingat, beberapa perkembangan ini datang sesudah satu bulan pengurangan pada bulan April sebab Inggris alami model lockdown penuh. Itu berarti, perbaikan lumrah dalam neraca penting tetap kemungkinan berlangsung.

Perekonomian Inggris tetap terkunci dalam perlambatan yang tidak pernah berlangsung awalnya, dengan kesibukan usaha serta ketenagakerjaan terus tersuruk dengan pergerakan yang mengagetkan pada Mei.

Walau pergerakan pengurangan sudah melambat semenjak bangkrut terberat pada bulan April, Mei memperlihatkan keruntuhan bulanan paling besar ke-2 dalam output serta pekerjaan yang tertera dalam 22 tahun riwayat survey ini.

Pergerakan pengurangan terus melebihi apa saja yang sempat berlangsung awalnya,  papar Chris Williamson dari IHS Markit.

Menurut Markit, volume kesibukan usaha yang semakin rendah dengan cara spesial terkait dengan lockdown usaha, penangguhan besanan customer, serta keinginan yang ambruk pada umumnya ditengah-tengah epidemi COVID-19.

Ada harapan untuk perbaikan outlook berkenaan dengan gagasan kelonggaran lockdown mulai bulan Juni. Namun, responden survey masih mencemaskan permasalahan rendahnya keinginan customer.

Beberapa perusahaan di bidang layanan masih benar-benar pesimis pada potensial periode pendek mereka.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.