Beranda Analisa Forex Jelang Pemilu Inggris Sterling Sepi

Jelang Pemilu Inggris Sterling Sepi

91
0
BERBAGI

Kondisi Poundsterling yang ada di pasar forex condong sepi, sebab aktor pasar masih menunggu dimulainya waktu kampanye mendekati pemilu Inggris bulan depan.

Pasangan GBP/USD tampilkan grafik hampir flat di rata-rata 1.2875.

EUR/GBP justru kuat 0.1 % ke posisi 0.8600, sebab Euro ikut oleh beberapa data ekonomi yang dikeluarkan pada session Eropa.

Investor serta trader di pasar forex ambil tempat wait-and-see, sebab besarnya ketidakpastian dalam hasil pemilu yang akan diadakan tanggal 12 Desember 2019.

Poundsterling sekarang masih bertahan di posisi tinggi versi bermacam mata uang mayor, sebab tingginya keinginan akan kemenangan kembali Partai Konservatif yang di pimpin oleh PM Boris Johnson.

Tetapi, bersamaan dengan dimulainya waktu kampanye, karena itu hasil polling tentang pencapaian suara partai-partai bisa saja alami pergantian.

Perpanjangan deadline brexit selanjutnya sampai 31 Januari 2020 serta pemilu di Inggris dapat tinggalkan Sterling terjepit dalam kondisi dimana mata uang ini jadi lebih peka pada hasil polling pemilu dibanding debat brexit yang masih berjalan.

Oleh karena itu, kesempatan untuk reli GBP lebih jauh mendekati akhir tahun terlihat cukup minim, kata Roberto Mialich, satu orang ahli taktik forex dari UniCredit Bank.

Dia memprediksi GBP/USD akan terstabilisasi selanjutnya dibawah tingkat 1.30, sedang GBP/EUR terstabilisasi dibawah 1.1764.

Analis lain condong lebih optimis pada outlook Poundsterling. Tetapi, mereka berasumsi jika kesempatan reli Pound tertumpu pada kemungkinan kemenangan partai Konservatif.

Sebaliknya, kemenangan tim oposisi atau skenario parlemen menggantung Konservatif tidak berhasil kuasai sebagian besar bangku parlemen, punya potensi menyebabkan tindakan jual Pound.

Pasar sekarang merasakan nyaman dengan kemenangan barisan Konservatif serta deal soft-brexit ala Boris Johnson, menyaratkan jika peralihan yang mulus akan bernilai buat GBP, kata Peter Rosenstreich dari Swissquote Bank.

Dalam kondisi parlemen menggantung, ketidakpastian peluang akan bersambung.

Hasil semacam ini bisa menyebabkan penangguhan brexit lebih jauh, ratifikasi persetujuan brexit yang diserahkan oleh Johnson, atau referendum brexit kedua.

Dalam kondisi mana saja, kami melihat kemungkinan No-Deal Brexit benar-benar rendah, hanya karena satu partai partai Brexit yang peluang mempropagandakan No-Deal, tutur Ketish Pothalingam, satu orang manager portofolio di PIMCO.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.