Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Intimidasi Donald Trump Membuat Dolar AS Sideways

Intimidasi Donald Trump Membuat Dolar AS Sideways

69
0
BERBAGI

Indeks Dolar AS naik dalam perdagangan session Asia ini hari 11/6, meneruskan usaha rebound-nya dari level paling rendah tiga bulan.

 

Dolar AS condong kuat pada mata uang mayor, sebab perbaikan sentimen pasar sesudah Meksiko serta AS sukses sampai persetujuan bersama dengan untuk menghindarkan aplikasi biaya pada akhir minggu kemarin.

 

Meskipun begitu, perbaikan sentimen pasar yang dibatasi oleh intimidasi baru yang dilemparkan oleh Presiden AS Donald Trump buat China. DXY sudah mundur ke 96.78, walau sebenarnya sudah sempat sampai 96.94 di hari Senin. Kenaikan USD/JPY masih ketahan dibawah 108.600.

 

Sesudah kegagalan negosiasi ke-2 negara di akhir bulan kemarin, Trump sudah berkali-kali memperjelas jika dia akan berjumpa dengan Presiden China Xi Jinping pada pertemuan G20 di Osaka di akhir bulan ini. Tetapi, faksi China belum memberi konfirmasi apa pun.

 

Di hari Senin, Trump pada akhirnya menjelaskan dalam satu interviu jika dia akan mengaplikasikan biaya baru buat beberapa produk asal China, jika presiden China Xi Jinping tidak hadir ke pertemuan G20 untuk mengakhiri perselisihan dagang di antara ke-2 negara.

 

Terhindarkannya biaya buat beberapa produk asal Meksiko sudah memberi dukungan sentimen efek, kata Masafumi Yamamoto dari Mizuho Securities, pada Reuters.

 

Tetapi, beberapa investor sangsi untuk ambil efek semakin besar sebab ketidakpastian tentang apa yang akan dikerjakan oleh Trump berkaitan China mendekati pertemuan G20.

 

Belum didapati bagaimana reaksi sah pemerintah China pada intimidasi Trump kesempatan ini. Beberapa analis memandang jika China peluang tidak ingin berjumpa dengan Trump, jika tidak ada stimulan riil buat faksi mereka.

 

Searah dengan pandangan itu, aktor pasar sekarang tengah mewanti-wanti eskalasi beradu retorika atau bahkan juga diluncurkannya amunisi baru dalam perselisihan ke-2 negara.

 

Sentimen pasar masih terdampak oleh jeleknya data Non-farm Payroll yang dikeluarkan di hari Jumat kemarin. Laporan itu tingkatkan prospek pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve Fed Rate Cut, hingga condong memberatkan Dolar AS.

 

Selanjutnya, launching data inflasi produsen Producer Price Index/PPI pada session New York malam nanti bisa menjadi rujukan penambahan buat aktor pasar untuk mengukur kapasitas ekonomi AS.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.