Beranda Analisa Forex Euro Reli, Laju Dovish Menjadi Pernyataan

Euro Reli, Laju Dovish Menjadi Pernyataan

47
0
BERBAGI

Pasangan EUR/USD menanjak lagi setinggi lebih dari 0.3 % ke posisi 1.1275 dalam perdagangan sesi Eropa hari ini 6/3.

Meskipun pimpinan bank sentral Eropa ECB sudah membicarakan isyarat akan melonggarkan keputusan moneter pada waktu dekat demi menghindari dampak endemi virus Corona, namun para analis meragukan kemampuan bank sentral buat merealisasikannya.

Beberapa bank sentral primer telah akan melakukan pelonggaran moneter masif pada beberapa hari terakhir. The Fed dan Bank of Canada yang juga mengurangi suku bunga hingga 50 basis poin.

Para investor dan trader juga memperkirakan akan ada probabilitas pemangkasan suku bunga ECB hingga 85 %.

Namun, 60% ekonom yang disurvei oleh Bloomberg mengungkapkan bahwa ECB tidak akan melakukan pemangkasan suku bunga sama sekali.

Para responden survei tersebut pula terpecah dalam mengklaim apakah bank sentral akan merilis motivasi moneter tambahan dengan memperluas skala acara pembelian obligasi mereka.

Masalahnya, ruang keputusan yang tersisa buat ECB at sempit. Selama lebih menurut 6 tahun, ECB telah menjalankan suku bunga negatif dan menggelontorkan motivasi sampai 2.6 Triliun Euro.

Dalam situasi ini, keputusan tambahan apa pun yang diambil oleh ECB mampu jadi tidak efektif.

Rapat ECB yang akan berlangsung pekan depan sebagai uji pertama bagi Christine Lagarde dalam membuktikan kemampuannya berkomunikasi, kata Carsten Brzeski berdasarkan ING Frankfurt.

Tantangan yang lebih generik bagi ECB merupakan bahwa mereka sebenarnya akan terus mempertahankan keputusan yang ada, mengetahui bahwa tak terdapat pelonggaran moneter apa pun yang mampu mengobati atau menghentikan dampak virus.

Dampak wabah virus Corona telah mulai menembus berbagai kalangan dan sektor ekonomi. Pabrikan besar Eropa semakin menderita terjadinya penundaan pengiriman pasokan dan memicu penurunan pesanan mancanegara.

European Commission juga memeringatkan bahwa endemi ini terancam meruntuhkan Prancis dan Italia pada kondisi resesi.

Outlook Jerman jua tak kalah buruknya, lantaran negeri ini telah menderita perlambatan semenjak jauh sebelum endemi virus meluas. Dalam situasi ini, tak heran bila efektivitas kebijakan ECB dipertanyakan.

Kami memperkirakan Presiden Christine Lagarde buat melakukan pemangkasan suku bunga 10 basis poin pada 12 Maret, bersama dengan keputusan buat mendukung pinjaman lantaran pengaruh virus Corona menghantam.

ECB tidak bisa mencegah perekonomian tempat Euro tenggelam, namun mereka perlu memperlihatkan kesediaan buat bertindak, kata Maeva Cousin, David Powell dan Jamie Rush berdasarkan Bloomberg.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.