Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Euro Mengalami penurunan Dari Posisi Paling Tinggi

Euro Mengalami penurunan Dari Posisi Paling Tinggi

71
0
BERBAGI

Pasangan EUR/USD sempat meneruskan reli sampai capai rekor paling tinggi dalam lebih dari dua bulan pada perdagangan awal sesion Eropa ini hari 25/11, persisnya sampai posisi 1.1929.

Tempatnya mundur ke range 1.189-an waktu masuk perdagangan sesion New York, tapi sentimen pasar pada umumnya masih condong bullish.

Konsumen euro tetap menjadi pengontrol sesaat mata uang ini dalam perdagangan di seputar resistance $1.19, dengan kepercayaan diri virus Corona dan memudarnya ketidakjelasan politik AS sudah posisikan ketertarikan beli pada beberapa aset beresiko, papar Rony Nahme.

Jika Single Currency betul-betul meneruskan reli bullish-nya, EUR/USD peluang akan berusaha tembus $1.20 kembali.

Tetapi ada peluang petinggi ECB akan sampaikan interferensi verbal untuk lemahkan euro sesudah capai posisi itu, seperti berlangsung saat EUR/USD akhir kali berkunjung posisi itu pada 1 September kemarin.

Permasalahannya, nilai ganti euro yang begitu kuat mempunyai potensi mendesak posisi inflasi sekalian menggerogoti daya saing produk Eropa di pasar global.

$1.1900 jelasĀ  sekali satu halangan besar untuk ditangani pada penutupan harian untuk menyerbu $1.2000 atau bisa lebih, kata John Hardy, kepala ahli taktik forex di Saxo Bank, Kepercayaan diri di depan pada outlook perkembangan global peluang lebih memberikan keuntungan euro dibanding dollar AS.

Baru kemarin, bank sentra Eropa ECB menyarankan supaya investor siaga pada keadaan perbankan zone Euro. Dalam laporan Financial Stability Ulasan yang diterbitkan satu tahun kali, ECB memeringatkan jika beberapa bank belum bisa lolos dari bahaya walau ada potensial pemulihan di tahun depan.

ECB memandang neraca perbankan yang sehat per akhir kuartal ke-3 bisa dibuat karena pola tunjangan pemerintah, hingga rugi aktual dapat bertambah besar dari harapan beberapa bank tersebut.

Lepas dari itu, aktor pasar nampaknya lebih memperhatikan keadaan Amerika Serikat. Dollar AS alami depresiasi kronis sesudah Presiden AS Donald Trump membolehkan team peralihan Biden untuk terhubung beberapa sumber daya penting.

Apa lagi si presiden AS dipilih Joe Biden sudah mencalonkan bekas Ketua The Fed Janet Yellen menjadi menkeu. Pasar yakini Yellen bisa mengaplikasikan peraturan yang pas buat memberikan dukungan perbaikan perekonomian negeri Paman Sam.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.