Beranda Analisa Forex Dollar AS Semakin Kokoh Bersamaan Badai Risk-off

Dollar AS Semakin Kokoh Bersamaan Badai Risk-off

86
0
BERBAGI

DXY bergerak naik sebesar 0.2 % ke  94.50-an. Indikator perlambatan ekonomi yang terjadi benua Eropa serta kancah politik AS memiliki peran yang besar dalam eskalasi ketidakpastian global.

Beberapa faksi memberkan peringatan berkaitan kekuatan kenaikan jumlah pasien terinfeksi virus Corona.

Disamping itu, pemerintah AS seakan-akan meremehkan anjuran Federal Reserve jika perekonomian Amerika Serikat memerlukan rangsangan fiskal penambahan untuk menjaga pemulihan.

Keadaan ini menggerakkan investor semakin gencar untuk menarik dana dari beberapa aset beresiko.

Aset beresiko ditawarkan lintas pasar, serta terjadi pelepasan posisi short dollar besar, papar Yukio Ishizuki. Pertanyaan yang terkait dengan virus corona serta keperluan pada rangsangan penambahan sudah membalik arus modal terhadap dollar.

Pasar ekuitas saat sedang terkoreksi dari perjalanan mengagumkan yang dilakukan pada tahun 2020 serta beberapa saham tehnologi sedang memimpin pengurangan.

Sayangnya, umumnya negara hadapi masalah COVID-19 gelombang kedua yang relatif kuat setelah menjalani musim berlibur. Bebarapa peristiwa yang akan menimbulkan pertanyaan berkaitan seberapa kuat pemulihan ekonomi, papar Marcus Widen.

Pasangan EUR/USD tertekan terhadap posisi saat ini di angka 1.1630-an sedangkan pasangan AUD/USD hari ini tergelincir lebih dari 0.5 % ke angka 0.7030-an.

Greenback hari ini bergerak lesu versi poundsterling. Pasangan GBP/USD naik tipis ke posisi 1.2750-an atas gagasan rangsangan tambahan dari pemerintah Inggris dan keyakinan perundingan dagang Inggris dengan Uni Eropa.

Beberapa analis sedang menunggu kenaikan potensial dari kebijakan presiden AS dalam pemilu presiden yang akan datang, setelah wafatnya Hakim Agung Ruth Bader Ginsberg.

Hal ini juga berhubungan dengan usaha Donald Trump untuk mencari pengganti yang tepat untuk duduk menggantikan Hakim Agung dan figur yang sejalan dengan rezimnya secara cepat.

Bloomberg memberikan laporan bahwa presiden AS Donald Trump enggan untuk menyerah melihat lawannya Joe Biden, pada pemilu yang akan berlangsung pada bulan November.

Bahkan dia mengutarakan jika pemilu akan nantinya akan berkahir di Mahkamah Agung.

Disisi lain pound, dollar Aussie, serta emas mengalami penurunan ke posisi paling rendah dalam 2 bulan pada mata uang dollar AS, yang mana saat ini bergerak naik bersamaan eskalasi gejolak politik, tegas Jasper Lawler.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.