Beranda Analisa Forex Dollar AS Menurun Dalam Catatan Mingguan

Dollar AS Menurun Dalam Catatan Mingguan

68
0
BERBAGI
An employee counts USD notes at a money change outlet in Jakarta on June 14, 2013. Indonesia's central bank unexpectedly hiked interest rates for the first time in more than two years as it seeks to boost confidence in the rupiah after the currency fell to a four-year low. AFP PHOTO / Bay ISMOYO (Photo credit should read BAY ISMOYO/AFP via Getty Images)

Dollar AS bertahan konstan dalam perdagangan tipis pada hari Jumat tapi ada di lajur pengurangan mingguan

Hari ini bisa menjadi hari yang tenang, dengan nyaris tidak ada katalis untuk gerakkan pasar.

Dollar, bagaimana juga, secara luas tertekan pada pemasaran memasuki akhir bulan, tegas Shinichiro Kadota, pakar taktik senior di Barclays.

Sterling ada $ 1,3349, dalam perdagangan dekati paling tinggi tiga bulan $ 1,3399 yang disentuh di hari Kamis, mempunyai potensi lanjut naik sampai $ 1.3400 an.

Dollar AS bertahan konstan dalam perdagangan tipis di hari Jumat tapi ada di lajur pengurangan mingguan pada beberapa mata uang khusus sebab masih di bawah desakan bersamaan kenaikan hasrat resiko.

Pasar AS ditutup untuk berlibur Thanksgiving di hari Kamis.

Hari ini bisa menjadi hari yang tenang, dengan nyaris tidak ada katalis untuk gerakkan pasar. Dollar, bagaimana juga, secara luas tertekan pada pemasaran akhir bulan, tegas Shinichiro Kadota, pakar taktik senior di Barclays.

Index dollar AS konstan di 92,03 pada beberapa mata uang khusus seputar posisi paling rendah tiga bulan di 91,84 yang diraih tadi malam.

Dollar ada di bawah desakan minggu ini, sebab mata uang beresiko diuntungkan dari kenaikan kepercayaan diri atas rangkaian laporan informasi vaksin COVID-19 dan keinginan untuk masa yang lebih konstan dalam politik AS.

Sementara greenback tetap di bawah desakan dalam kurun waktu dekat sebab sentimen risk-on berkelanjutan yang dipegang oleh keinginan vaksin, dari Barclay menjelaskan pasar menginginkan mata uang itu kuat dalam periode menengah.

Saat menyaksikan bagaimana ekonomi sudah sembuh pada kuartal Juli, Amerika Serikat tumbuh dan lakukan rebound yang kuat.

Dalam skenario di mana vaksin ada secara setahap tahun depannya dan ekonomi normal kembali, AS kemungkinan jadi salah satunya yang paling kuat antara beberapa negara maju.

Dan saya berpikir itu akan membuat lingkungan yang memberikan keuntungan dollar, ucapnya. Pesan dovish dari kepala ekonom ECB dan risalah dari tatap muka bulan kemarin memberi verifikasi selanjutnya dari stimulan yang diinginkan secara luas pada tatap muka Desember.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.