Beranda Analisa Forex Dolar Rebound Akibat Katalis AS-China

Dolar Rebound Akibat Katalis AS-China

43
0
BERBAGI

DXY bergerak kuat seputar 0.25 % ke rata-rata 97.35-97.40 dalam perdagangan, sesudah sempat tersuruk gara-gara launching hasil survey PMI ISM Manufaktur minggu kemarin.

Aktor pasar memprediksi jika walau data ekonomi AS lebih buruk, suku bunga Federal peluang tidak dipotong dalam tempo dekat.

Tetapi, persetujuan dagang fase-1 diinginkan akan di tandatangani bulan ini, hingga memudarkan salah satunya basis penguatan Dolar AS.

Akhir minggu lalu, laporan ketenagakerjaan AS tampilkan keadaan bermacam. Non-farm Payroll makin bertambah, tapi perkembangan upah mandek.

Di lain sisi, laporan ISM mengenai keadaan manufaktur justru tambah lebih jelek dibanding perkiraan pasar.

Namun, semuanya direncanakan masih juga dalam jangkauan prediksi Federal Reserve saat bank sentra AS itu putuskan untuk memotong suku bunga.

Oleh karena itu, aktor pasar sekarang menunggu katalis baru untuk menggerakkan pelemahan Dolar AS selanjutnya.

Data AS paling baru memberi dukungan ketetapan Fed minggu lalu, kata Lee Hardman, analis mata uang di MUFG.

Sambungnya, Ini akan menguatkan harapan jika kebijaksanaan Fed akan ditahan untuk sesaat waktu, hingga akan memberi dukungan berlanjutnya keadaan volatilitas rendah sekarang di pasar keuangan.

Dalam satu bulan paling akhir, volatilitas forex sudah jatuh kembali pada rekor paling rendah semenjak awal tahun.

Ini memberi dukungan terbangunnya kembali carry trade, hingga menggerakkan kenaikan keinginan buat mata uang berbunga tinggi seperti Rubel Rusia, Lira Turki, serta Ran Afrika Selatan.

Ulrich Leuchtmann dari Commerzbank menjelaskan lebih jelas, Secara umum, data yang disiapkan Biro Statistik Tenaga Kerja tidak pas untuk akhiri pelemahan Dolar yang dikarenakan oleh Ketua Fed Jay Powell minggu kemarin.

Salah satunya unsur yang berperan ialah jika paling tidak satu persetujuan temporer dalam perselisihan dagang AS-China kelihatannya telah hampir di tandatangani.

Walau sebenarnya, perang dagang serta kecemasan ekonomi global terhitung beberapa faktor yang dipakai jadi alasan untuk Dolar bullish.

Jika persetujuan dagang di antara AS serta China betul-betul ditandatangani dalam tempo dekat, karena itu mata uang-mata uang komoditas serta mata uang negara berkembang akan langsung kuat cepat versi Greenback.

Asset safe haven seperti Yen Jepang serta Emas pasti akan kehilangan peminat.

Permasalahannya, penguatan Dolar AS serta rekan-rekan safe haven-nya sepanjang kuartal ke-3 tahun ini khususnya didorong oleh eskalasi efek perang dagang pada perlambatan ekonomi global.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.