Beranda Analisa Forex Dolar Memberi respon Data Klaim Pengangguran

Dolar Memberi respon Data Klaim Pengangguran

41
0
BERBAGI

DXY masih tersebar pada rata-rata 96.20-an pada session New York ini hari 11/6, walau data klaim pengangguran cetak angka semakin sedikit dari harapan pasar.

Greenback terus mendaki versi mata uang-mata uang beresiko semakin tinggi, sekaligus juga menurun pada asset yang semakin aman.

Investor serta trader masih dikuasai oleh pengakuan hasil rapat kebijaksanaan bank sentra AS Federal Reserve yang dikatakan pada pagi hari barusan.

Departemen Tenaga Kerja AS memberikan laporan jika klaim pengangguran makin bertambah 1.542 juta, sedikit semakin rendah dari harapan awal yang dibanderol pada 1.550 juta atau bertambahnya era sebelumnya yang sebesar 1.897k.

Rata-rata klaim pengangguran empat-pekanan menyusut hampir 300 ribut ke keseluruhan 2 juta saja. Tingkat pengangguran terjaga menulis pengurangan 0.2 % ke 14.4 %.

Pada tingkat negara sisi, masih ada daerah yang memberikan laporan peningkatan klaim, tapi beberapa yang lain telah memperlihatkan pengurangan. Lepas dari berita baik ini, aktor pasar hampir tidak memberi respon data benar-benar.

Keseluruhannya, telah lebih dari pada 44 juta pekerja AS ajukan klaim pengangguran semenjak diawalinya Pandemi COVID-19.

Hal tersebut terkait dengan kebijaksanaan lockdown yang mewajibkan penutupan bisnis-bisnis non-esensial, dan cara pemerintah AS perpanjang waktu asuransi pengangguran.

Laporan Non-farm Payroll minggu kemarin memperlihatkan bertambahnya orang kerja sekitar 2.5 juta; angka positif untuk kali pertamanya semenjak bulan Maret 2020.

Tetapi, beberapa faksi menyangsikan legalitas laporan itu sebab instansi statistik berkaitan diketahui sudah lakukan salah kalkulasi yang tidak selekasnya dikoreksi dengan cara sah.

Di lain sisi, aktor pasar terus menimbang suara pengakuan hasil rapat The Fed yang dikeluarkan lebih dini.

Di pertemuan itu, The Fed memperjelas loyalitas untuk menjaga suku bunga rendah serta memperlihatkan prediksi ekonomi AS yang cukup jelek. Hal tersebut menyebabkan tindakan risk-off di pasar global.

FOMC jelas sekali dovish, dot plot memperlihatkan semua anggota memprediksi tingkat bunga dekat 0 sampai akhir tahun 2021 serta cuma 2 orang yang memperhitungkan peningkatan di tahun 2022.

Powell menegaskan pesan ini dalam pertemuan wartawan, menjelaskan jika The Fed serta tidak memikir mengenai peningkatan suku bunga, tutur Adam Cole dari RBC Capital Markets.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.