Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Dolar Belum Stabil, Pound Menurun Terhadap Brexit

Dolar Belum Stabil, Pound Menurun Terhadap Brexit

24
0
BERBAGI

Mata uang Dolar AS sedikit berubah memasuki sesi awal pasar Eropa hari Senin, sebab investor lihat ke depan untuk laporan penjualan ritel AS paling baru untuk panduan selanjutnya mengenai kemampuan ekonomi.

 

DXY, bertahan secara konstan di 97,29. Indeks bergerak naik ke 97,66 Kamis lalu, posisi terunggul semenjak 14 Desember tahun kemarin. Pada yen Jepang, dolar dikit tambah tinggi di 111,25, memantul dari paling rendah 1 minggu session awal mulanya di 110,77.

 

Laporan ekonomi tetap akan jadi konsentrasi di minggu kedepan, sesudah data di hari Jumat tunjukkan jika perkembangan pekerjaan A.S hampir berhenti pada bulan Februari, dengan ekonomi top dunia membuat 20.000 pekerjaan, tambah lebih dikit dari yang diprediksikan oleh beberapa analis.

 

Tapi pedagang temukan beberapa keinginan dalam angka-angka yang tunjukkan tingkat tenaga kerja AS tergelincir kembali dibawah 4% serta penghasilan /jam sebesar 0,4%.

 

Lembaga Perdagangan akan melaunching data penjualan ritel untuk Januari. Dalam tempat lainnya, pound Inggris turun 0,1% jadi $ 1,2998 sesudah sudah sempat turun ke posisi paling rendah hampir tiga minggu di $ 1,2960 sebab grogi atas Brexit.

 

Sterling ada dibawah desakan baru sesudah MENLU Inggris Jeremy Hunt menjelaskan di hari Minggu Brexit bisa di balik bila anggota parlemen menampik persetujuan keluar pemerintah.

 

Pengakuannya itu menyusul peringatan dari dua faksi penting euro di parlemen jika Perdana Menteri Theresa May peluang akan melawan kekalahan berat pada pengambilan suara parlemen di hari Selasa mengenai apa akan menyepakati gagasan Brexit-nya.

 

Pemerintah Mei berebutan selama ini gagal untuk mengamankan pergantian di menit paling akhir pada kesepakatan keluar UE mendekati pengambilan suara, yang berjalan kurang dari tiga minggu sebelum Inggris akan tinggalkan Uni Eropa pada 29 Maret.

 

Masafumi Yamamoto, kepala taktik mata uang di Mizuho Securities, menjelaskan pedagang memotong kepemilikan sterling sebab harapan kenaikan suku bunga oleh Bank Inggris menyusut, membuat mata uang makin peka pada momen periode pendek, seperti penentuan parlemen.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.