Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Dolar Australia Terkoreksi Bersamaan Absensi Data Domestik

Dolar Australia Terkoreksi Bersamaan Absensi Data Domestik

23
0
BERBAGI

Pasangan AUD/USD turun lebih dari 0.4 % ke sebesar 0.7140 dalam perdagangan hari Kamis  11/4, walau tidak ada agenda launching data berefek tinggi dari dalam negeri Kanguru.

 

Tidak hanya sebab penguatan Dolar AS serta penurunan ketertarikan resiko pasar, pelemahan Aussie kesempatan  pun dikarenakan oleh beberapa kecemasan mendekati diadakannya pemilu federal Australia.

 

Barusan pagi, Perdana Menteri Australia Scott Morrison menginformasikan akan mengadakan penentuan umum federal pada tanggal 18 Mei akan datang.

 

Walau sebenarnya hasil polling paling baru tunjukkan jika grup oposisi yang bersama dari partai Buruh Australia serta di pimpin lawannya, Bill Shorten, malah mengungguli konsolidasi liberal nasional Morrison.

 

Publikasi outlook ekonomi vs IMF ikut tingkatkan kecemasan. Dalam prediksi terbarunya, IMF memprediksi perkembangan ekonomi Australia cuma akan naik 2.1 % dalam tahun 2019, sesudah sudah sempat naik 2.8 % pada tahun 2018.

 

Perkiraan IMF itu lebih rendah 0.7 point dari prediksi awal mulanya yang launching pada Oktober 2018. Jika benar berlangsung, jadi perlambatan ekonomi seperti itu dapat menyebabkan bank sentra Australia melakukan pemangkasan suku bunga.

 

Dalam pidatonya barusan pagi, Deputi Gubernur RBA, Guy Debelle, mengatakan jika bank sentra tidak akan cepat-cepat memotong suku bunga dalam tempo dekat. Tetapi, banyak analis mensinyalir jika tanda-tanda inflasi Australia sampai sekarang  masih tetap loyo.

 

Selanjutnya, Dolar Australia akan menantikan launching laporan kestabilan keuangan RBA keesokan hari, dan publikasi neraca perdagangan China. China adalah satu diantara market share export penting Australia, hingga berita-berita tentang situasi ekonominya akan berefek pada AUD.

 

Ditambah lagi, China termasuk juga satu diantara customer komoditas global paling besar, hingga perlambatan ekonominya dapat menjatuhkan harga banyak komoditas sebagai sumber penghasilan Australia.

 

Data inflasi China  hari memberikan indikasi jika perekonomian negeri Gorden Bambu bisa saja telah masuk dalam jalan pemulihan karena digelontorkannya biaya infrastruktur serta diberlakukannya pemangkasan pajak.

 

Tetapi, usaha negosiasi perdagangan pada China serta AS belum juga menjumpai titik jelas. Kedua pihak susah sampai kompromi dalam beberapa inti permasalahan penting, terutamanya tentang hak kekayaan intelektual.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.