Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Dolar AS Roboh Karena Data NFP yang Menyebalkan

Dolar AS Roboh Karena Data NFP yang Menyebalkan

58
0
BERBAGI

Index dolar AS DXY jeblok lebih dari 0.4 % ke range 90.00 dalam perdagangan sesion New York hari Jumat in 4/6/2021, karena publisitas data Non-farm Payroll Amerika Serikat melenceng dari harapan pasar.

Greenback langsung terpukul pada bermacam mata uang mayor, khususnya dalam pasangan mata uang AUD/USD dan NZD/USD.

US Bureau of Labor Statistics memberikan laporan jika tingkat pengangguran AS melorot dari 6.1 % jadi 5.8 % di bulan Mei 2021, sedikit lebih bagus dibanding harapan kesepakatan yang dibanderol pada 5.9 %.

Namun, payroll dalam sektor non-pertanian cuman semakin bertambah 559k di bulan Mei 2021. Angka itu semakin tinggi dibanding 278k pada era sebelumnya, tapi tidak berhasil capai 650k yang diharap oleh kesepakatan.

Dengan data tenaga kerja yang belum memperlihatkan kenaikan sama sesuai harapan, Federasi Reserve dapat bebas menjaga peraturan moneternya sekarang ini yang terdiri dari pembelian obligasi dalam skala besar dan suku bunga di tingkat paling rendah. Ini mendasari pelemahan dolar AS.

Angka payroll ini cukup menyebalkan, kata Edward Moya, seorang riset pasar senior dari OANDA, seperti dikutip oleh Reuters, Kabar buruk untuk ekonomi ini ialah kabar baik untuk The Fed yang ultra-akomodatif, hingga bisa mengekan dolar.

Dolar AS mempunyai seminggu yang baik dan saat sebelum launching laporan tenaga kerja AS sudah meluncur pada semua mata uang G10, kata Derek Halpenny dari MUFG

Data pekerjaan yang lebih kurang kuat pasti sesuai dengan harapan proses peralihan peraturan The Fed yang semakin lama dan ini akan batasi peningkatan yield obligasi pemerintahan dan dolar AS.

Katherine Judge, ekonom senior dari CIBC Capital Markets, sampaikan opini yang lebih optimis dengan mengevaluasi perincian lain dalam laporan ini.

Ucapnya, Peningkatan pekerjaan yang menyebalkan khususnya dilakukan oleh perkembangan di industri leisure dan hospitality, sedang rerata upah bertambah kuat 0.5 % dalam satu bulan karena beberapa majikan berusaha menarik pegawai.

Penelitian kami memperlihatkan jika bantuan pengangguran yang besar sudah jadi aspek terpenting yang meredam kembalinya beberapa orang bekerja di tengah-tengah tingginya pembukaan lowongan pekerjaan, tapi dengan beberapa negara sisi akan akhiri bantuan itu di bulan Juni.

kami memprediksi juta-an pekerjaan akan ditambah sepanjang bulan-bulan musim panas, tutur Judge yang memprediksi The Fed akan umumkan pemotongan atas program pembelian obligasinya mulai awalnya 2022.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.