Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Dolar AS Konstan Menunggu Data Inflasi Minggu Ini

Dolar AS Konstan Menunggu Data Inflasi Minggu Ini

34
0
BERBAGI
FILE PHOTO: U.S. one hundred dollar notes are seen in this picture illustration taken in Seoul February 7, 2011. REUTERS/Lee Jae-Won (SOUTH KOREA - Tags: BUSINESS)/File Photo

Dolar AS bergerak relatif konstan pada mata uang mayor pada perdagangan awal minggu Senin, 13 September 2021.

Index Dolar DXY sekarang ini ada di range 92.67, kuat 0.04 % dari tingkat pembukaan harian.

Pada Euro, Dolar mencatatkan peningkatan mingguan paling besar dalam tiga minggu pada hari Jumat kemarin. Pair EUR/USD juga terlihat menurun 0.05 % di range 1.1802 pagi hari ini.

Namun, Dolar AS tetap tidak memiliki daya menantang Dolar Australia; AUD/USD masih kelihatan kuat 0.05 % di 0.7359 saat informasi ini dicatat.

Gerakan Dolar AS menggambarkan sikap siaga aktor pasar menjelang launching data Inflasi AS minggu ini.

Bersambungnya peningkatan inflasi pasti memberikan dukungan outlook perbaikan perekonomian dan tapering The Fed dalam kurun waktu dekat.

Tetapi jika perkembangan inflasi kurang memberikan keyakinan, karena itu kebimbangan pada tapering akan balik ada dan lemahkan Dolar.

Hal yang lain disoroti oleh investor yakni perubahan gagasan The Fed untuk kurangi pembelian obligasi bulanan tapering di tahun ini.

Presiden The Fed Philadelphia, Patrick Harker, belakangan ini memperjelas jika keputusan bank sentra untuk selekasnya lakukan tapering tetap sama walau ekonomi AS masih dibayang-bayangi oleh pelambatan karena wabah.

Kenaikan inflasi yang cukup berarti jadi dasar untuk The Fed untuk memulai lakukan tapering. memprediksi inflasi AS akan naik 4 % sampai tahun akhir, lalu akan mengalami penurunan ke tingkat 2 % untuk tahun 2022 dan 2023.

Di lain sisi, menyaksikan ada peluang inflasi bisa bergerak semakin tinggi, kata Patrick Harker ke Nikkei.

Ketertarikan Resiko Pasar Kembali Menghilang Lepas dari prospect inflasi dan peraturan The Fed, kekhawatiran investor pada virus Corona malah memberikan keuntungan status Dolar AS sebagai salah satunya mata uang safe haven.

Beberapa dinamika yang terjadi belakangan ini memberikan dukungan Dolar AS, perbaikan perekonomian secara terus-menerus masih hadapi rintangan.

Karena customer berlaku waspada dan kekhawatiranpada wabah yang menghalangi rekondisi, kata Rodrigo Catril, pakar taktik mata uang National Australia Bank di Sydney.

Dia menambah jika penghindaran resiko semakin muncul susul laporan kenaikan kasus COVID-19 dari beberapa negara yang telah divaksin seperti Singapura dan Inggris.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.