Beranda Analisa Forex Data Ekonomi AS Masih Tertekan

Data Ekonomi AS Masih Tertekan

57
0
BERBAGI

US Bureau of Economic Analysis BEA memberikan laporan jika berbelanja customer Personal Spending cuma bertambah 8.2 % Month-over-Month pada bulan Mei 2020, bukanlah naik 9.0 % seperti diinginkan oleh aktor pasar.

Pengurangan terkait dengan penghasilan personal yang tertera negatif. Indeks harga PCE Pokok yang disebut rujukan inflasi penting, cuma tumbuh 0.1 % Month-over-Month dalam periode yang sama.

Hasil survey University of Michigan bulan Juni 2020 tampilkan deskripsi yang tidak kalah muram. Indeks sentimen customer cuma meningkat tipis dari 72.3 jadi 78.1. Angka itu mengisyaratkan pesimisme yang berkepanjangan.

Sub-indeks memperlihatkan perkembangan tipis dalam penilaian customer pada situasi ekonomi sekarang ini atau harapan untuk beberapa waktu ke depan.

Pengurangan dalam penghasilan personal pada bulan Mei khususnya mencerminkan pengurangan tunjangan sosial pemerintah untuk perseorangan sebab pembayaran yang dikasih ke perorangan dari program pemulihan ekonomi federal untuk tanggapan pada pandemi COVID-19 itu bersambung, tapi dalam tingkat semakin rendah, tutur BEA.

Beberapa program tunjangan pemerintah AS berkaitan COVID-19, terutamanya pembayaran klaim pengangguran, direncanakan usai di akhir bulan Juli akan datang.

Walau sebenarnya program-program itu penting untuk menyokong berbelanja customer serta menggenjot pemulihan ekonomi.

Untuk menggulirkan dana semakin besar lagi, pemerintah AS harus menanti Senat meneken legislasi berkaitan virus Corona lagi. Ini menumbuhkan kegundahan buat beberapa investor, mengingat situasi perpolitikan AS yang condong susah ditebak.

Meskipun begitu, beberapa orang di Wall Street yang masih optimistis jika Senat akan menyepakati peluncuran rangsangan fiskal penambahan. Masalahnya AS akan mengadakan pemilu presiden serta legislatif pada bulan November

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.